Kebut Pembangunan Tol Trans Sumatra, Hutama Karya Targetkan Kelar 2023

Progres pembangunan Tol Trans Sumatra. Ist

Fokusmedan.com : PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mendorong pengembangan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap 1. Ditargetkan, di 2023 ini progres tersebut kelar.

Project Director Hutama Karya untuk Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai, Hestu Budi Husodo mengatakan, Hutama Karya memperoleh penugasan untuk membangun lima ruas jalan tol. Diantaranya dari Binjai hingga ke Langsa, Indra Pura-Kisaran, Kuala Tanjung-Siantar, Siantar -Parapat, dan Siantar hingga perbatasan ke Pekanbaru.

Hestu merinci, progres pembangunan jalan tol tersebut untuk ruas tol Binjai-Pangkalan Brandan sudah 65 persen. Kemudian Indra Pura-Kisaran sekitar 70 persen, Kuala Tanjung-Siantar sekitar 70an persen.

“Dan semua ruas jalan tol tersebut ditargetkan kelar di 2023. Kemudian di 2024 akan dikerjakan yang lain sesuai dengan tahapan-tahapannya. Khusus untuk pembangunan jalan tol Siantar-Parapat masih dalam tahap desain,” katanya di Medan, Jumat (17/2/2023).

Untuk kendala yang dihadapi, lanjutnya, kondisi lapisan tanah lebih jelek dari yang diperkirakan. Sehingga, harus ada penanganan teknis untuk mengatasi itu dan membutuhkan waktu karena kondisi tanah harus padat agar tidak bergelombang.

“Karena kendala itu, biaya tentu bertambah. Tapi kami agak kesulitan dalam hal waktu, karena harus menunggu tanah hingga dalam kondisi padat,” jelasnya.

Sementara itu, pimpinan proyek PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), Eka Haitami menambahkan, untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran 2023, Hutama Karya akan membuka secara fungsional ruas Tebingtinggi-Indr Pura dan Dolok Merawan-Sinaksak.

Data per 31 Januari 2023, progres konstruksi seksi 1 ruas Tebingtinggi-Inderapura sepanjang 20,4 km sudah mencapai 97,77 persen. Seksi 2 ruas Inderapura-Kuala Tanjung sepanjang 18,05 km sudah terealisasi 79,18 persen.

Kemudian, seksi 3 ruas Tebingtinggi-Serbelawan sepanjang 30 km, kata Eka melanjutkan, sudah terealisasi 74,69 persen dan seksi 4 ruas Serbelawan-Pematangsiantar sepanjang 28 km terealisasi 65,2 persen.

“Sedangkan progres pembangunan junction Tebingtinggi sepanjang 7 km lebih sudah terealisasi 69,82 persen,” tambah Eka.

Sementara untuk jalur Sinaksak-Raya sepanjang 8 km, kata Eka, pihaknya mengalami kendala pembebasan lahan. Meski begitu, pembebasan lahan tersebut ditargetkan selesai pada Maret 2023 ini.

“Sedangkan ruas Pematangsiantar-Parapat masih dalam proses perencanaan. Dua tiga bulan ini ditargetkan selesai,” pungkasnya. (ng)