
Fokusmedan.com : Pasar keuangan domestik minim sentimen dari agenda ekonomi pada perdagangan hari ini. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah diperkirakan lebih banyak dipengaruhi oleh pergerakan pasar keuangan Asia secara umum.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, mayoritas bursa saham di kawasan Asia ditransaksikan melemah pada perdagangan pagi, sehingga berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
“Pada sesi pembukaan perdagangan, IHSG terpantau melemah tipis ke level 8.121. Pelaku pasar masih menantikan respons kebijakan lanjutan dari hasil pertemuan antara MSCI dengan Self-Regulatory Organization (SRO) di Indonesia,” ujar Gunawan, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, nilai tukar Rupiah justru ditransaksikan menguat di kisaran Rp16.755 per dolar AS. Meski demikian, Rupiah masih dibayangi tekanan dari penguatan dolar AS selama sesi perdagangan berlangsung.
Gunawan menjelaskan, potensi tekanan terhadap Rupiah tercermin dari kenaikan indeks dolar AS (USD Index) yang menguat ke level 97,23. Namun, tekanan tersebut dinilai masih relatif terbatas.
“Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed ke depan belum sepenuhnya mengarah pada adopsi keinginan Presiden AS. Calon pengganti Gubernur Bank Sentral AS sejauh ini juga dinilai masih memiliki kecenderungan kebijakan yang tidak jauh berbeda, meski berpeluang lebih dovish,” katanya.
Di sisi lain, harga emas dunia kembali menguat dan menembus level psikologis US$5.000 per ons troy. Pada perdagangan hari ini, emas ditransaksikan di level US$5.033 per ons troy, atau setara sekitar Rp2,7 juta per gram.
“Penguatan harga emas menunjukkan masih kuatnya minat pasar terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global,” pungkas Gunawan.(ram)
