
Fokusmedan.com : PT Railink selaku operator kereta bandara di Medan dan Yogyakarta memiliki dua core bisnis utama yakni layanan angkutan penumpang dan bisnis Maintenance, Operations, Spare Parts, and Services (MOSS).
PT Railink terus memperkuat perannya dalam industri perkeretaapian nasional melalui pengembangan lini bisnis baru yang mencakup maintenance, operations, spare part, dan services sejak tahun 2021. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan ekosistem perkeretaapian yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai operator kereta bandara yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan layanan transportasi berbasis rel, PT Railink melihat peluang besar untuk memperluas kapabilitas bisnisnya ke sektor pendukung operasional perkeretaapian. Pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks dan dinamis.
Sepanjang 2025, PT Railink melalui unit bisnis MOSS telah mengerjakan total 50 project industri perkeretaapian dalam negeri dengan pekerjaan overhead crane, pengadaan suku cadang, pekerjaan penggantian kain kursi KRL, pemasangan mesin press roda dan pekerjaan lainnya. Serta sudah lebih dari 20 mitra bekerjasama dengan PT Railink dari berbagai produk dalam dan luar negeri.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjawab tantangan sekaligus peluang di masa depan.
“Pengembangan bisnis maintenance, operations, spare part, dan services merupakan komitmen kami untuk tidak hanya menjadi operator, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan industri perkeretaapian nasional. Kami ingin menghadirkan solusi end-to-end yang andal, efisien, dan berstandar tinggi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dalam implementasinya, PT Railink akan fokus pada penyediaan layanan perawatan sarana kereta api berbasis standar keselamatan dan keandalan tinggi, penyediaan dan pengelolaan rantai pasok suku cadang yang efisien dan berkualitas, pengembangan layanan tambahan untuk meningkatkan performa dan pengalaman pengguna jasa kereta api.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian industri transportasi nasional serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan memperkuat kapabilitas di sektor pendukung, PT Railink diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal sekaligus meningkatkan daya saing industri perkeretaapian Indonesia di tingkat global.
Ke depan, PT Railink akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memastikan pengembangan bisnis ini berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi industri.
Dengan langkah strategis ini, PT Railink menegaskan komitmennya untuk menjadi penyedia solusi perkeretaapian terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem industri secara menyeluruh. (ng)
