4 Juta Liter Minyakita Disalurkan, Bulog Sumut Siapkan Jagung Subsidi untuk Peternak Telur

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto (kiri) beri keterangan.

Fokusmedan.com : Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan minyak goreng Minyakita serta menyiapkan stok jagung subsidi guna membantu menekan harga telur di pasaran.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan sekitar 4 juta liter Minyakita ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Distribusi tersebut juga menjangkau daerah terpencil, termasuk Kepulauan Nias yang telah menerima sekitar 300 ribu liter Minyakita.

“Kami memastikan harga di seluruh pengecer sama, baik yang dekat pabrik maupun di daerah terpencil seperti Nias,” kata Budi dalam konferensi pers di Medan, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, pengecer memperoleh Minyakita dengan harga Rp14.500 per liter dan wajib menjual kepada masyarakat maksimal Rp15.700 per liter sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Jika masih ditemukan harga di atas HET, menurutnya kemungkinan berasal dari stok lama distributor lain.

Karena itu, Budi mengimbau pedagang pasar tradisional untuk menjadi mitra Bulog agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.

Selain menjaga pasokan minyak goreng, Bulog Sumut juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Program ini menargetkan 1.752.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sumatera Utara.

Hingga saat ini, sebanyak 21.000 KPM telah menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis.

Bulog menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan tersebut dapat selesai pada 31 Maret 2026.

Di sisi lain, Bulog juga telah menyiapkan stok 3.500 ton jagung yang akan disalurkan kepada peternak mandiri telur dengan harga subsidi Rp5.000 per kilogram.

“Jagung ini kami siapkan agar biaya pakan ternak bisa ditekan sehingga harga telur di pasaran dapat turun. Namun saat ini kami masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional,” ujarnya.

Selain itu, Bulog Sumut juga terus menyerap hasil panen petani. Hingga kini tercatat sekitar 4.800 ton beras atau setara 9.600 ton gabah kering panen telah diserap dari berbagai daerah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Simalungun, hingga Mandailing Natal.

Penyerapan gabah tersebut rata-rata mencapai 300 hingga 350 ton per hari. (ng)