Puluhan Jembatan Darurat di Aceh Sudah Dibangun dan Bisa Dilewati Semua Jenis Kendaraan

Fokusmedan.com : Sejak terjadinya bencana pada akhir November 2025, banyak jembatan darurat di Aceh telah berhasil dibangun. Jembatan-jembatan ini kini dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, termasuk sepeda motor, mobil kecil, mobil besar, dan truk.

“Ruas jalan dari Kota Banda Aceh sampai Meureudu sudah terhubung dan fungsional untuk semua jenis kendaraan,” demikian pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (16/2).

Menurut informasi dari Komando Daerah Militer TNI Angkatan Darat (Kodam) Iskandar Muda, hingga Minggu (15/2), sebanyak 25 unit jembatan bailey telah selesai dibangun dari total 72 unit yang direncanakan. Jembatan-jembatan tersebut tersebar di berbagai daerah yang terdampak bencana di Aceh, dengan rincian 6 unit di Kabupaten Bireuen, 9 unit di Kabupaten Bener Meriah, 4 unit di Kabupaten Aceh Utara, 1 unit di Kabupaten Nagan Raya, 2 unit di Kabupaten Aceh Timur, 2 unit di Kabupaten Aceh Tengah, dan 1 unit di Kabupaten Aceh Singkil.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, terdapat 12 unit jembatan bailey yang masih dalam tahap pemasangan. Selain itu, survei untuk 18 titik lokasi (19 set) pembangunan jembatan bailey telah dilaksanakan, sementara 14 titik lainnya masih dalam proses survei, dan 2 set jembatan disiapkan sebagai cadangan.

Membangun Jembatan Perintis

Selain jembatan Bailey, TNI AD juga mengerjakan pembangunan jembatan perintis atau jembatan gantung. Sejumlah enam jembatan gantung telah selesai dibangun, yang berlokasi di Araa, Blang Awe, Look Kuyun, Lubuk Sidup, Baro Yaman, dan Pante Kera.

Saat ini, terdapat sembilan jembatan gantung yang masih dalam tahap pengerjaan, dengan kemajuan antara 34 persen hingga 92 persen. Salah satu proyek yang sedang berlangsung adalah pembangunan jembatan gantung di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues.

Beberapa anggota TNI AD sedang memasang sling sebagai penopang jembatan, dan progres pembangunan jembatan gantung tersebut telah mencapai 87 persen.

Selain itu, terdapat jembatan darurat lain yang juga sedang dibangun secara bersamaan, yaitu jenis jembatan armco. Sebanyak 25 jembatan armco telah selesai dibangun, sementara 10 jembatan armco lainnya masih dalam proses pembangunan dengan kemajuan berkisar antara 30 persen hingga 99 persen.

Salah satu jembatan armco yang telah rampung dibangun terletak di Desa Alur Pinang, namun jembatan tersebut masih dalam tahap uji coba. Di samping itu, ada tiga jembatan armco yang masih dalam proses pemasangan dan tiga jembatan armco lainnya yang sedang dalam tahap mobilisasi.(yaya)