
Fokusmedan.com : Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2026, pemerintah memperkuat langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan guna menekan potensi lonjakan inflasi.
Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis mengatakan, Bapanas menyiapkan tujuh aksi strategis, mulai dari pemantauan harga harian hingga intervensi langsung di lapangan.
“Badan Pangan Nasional menjalankan tujuh langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan secara nasional,” ujarnya.
Tujuh langkah tersebut meliputi pemantauan harga melalui Panel Harga Pangan, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), perpanjangan penyaluran SPHP Beras 2025 hingga 31 Januari 2026, pelaksanaan SPHP Beras 2026 dengan target 1,5 juta ton, Gerakan Pangan Murah (GPM), penambahan kios pangan, penyaluran SPHP Jagung 2026 sebanyak 500 ribu ton, serta usulan pembentukan Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.
Nita menegaskan, peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menjaga stabilitas pangan. Daerah didorong memperkuat cadangan pangan, memetakan surplus–defisit wilayah, serta memperluas kerja sama antar daerah.
“Koordinasi dengan Bulog, TPID, dan penyusunan GPM sepanjang tahun perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin (19/1/2026). Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta TPID dan Satgas Pangan meningkatkan pengawasan hingga ke gudang penyimpanan.
“Satgas Pangan dan TPID harus turun setiap minggu untuk memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi BPS Pudji Ismartini mengingatkan bahwa inflasi pada awal Ramadan merupakan pola tahunan, terutama dipicu komoditas beras, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, dan cabai rawit. Meski demikian, ia mencatat harga cabai rawit dan bawang merah mulai mengalami penurunan pada pertengahan Januari.
Pemerintah optimistis, melalui penguatan kebijakan dan sinergi pusat–daerah, stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan 2026 dapat terjaga. (ram)
