IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Rupiah Masih Tertekan

Ilustrasi kinerja rupiah terhadap dolar AS.

Fokusmedan.com : Kinerja bursa saham Asia pada perdagangan hari ini ditransaksikan bervariasi dengan kecenderungan menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 8.959 dan berpeluang menguji level psikologis 9.000.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, meski berpotensi melanjutkan penguatan, IHSG masih akan bergerak terbatas. “IHSG diproyeksikan berkonsolidasi terlebih dahulu di rentang 8.900 hingga 8.990, seiring masih adanya tekanan dari sejumlah sentimen eksternal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data ekonomi Amerika Serikat belum sepenuhnya mendukung pergerakan pasar. Indeks S&P Global Services AS tercatat melambat ke level 52,5 pada Desember 2025, turun dari 54,1 pada bulan sebelumnya. Selain itu, penguatan dolar AS turut membebani pergerakan pasar saham domestik.

“USD Index saat ini ditransaksikan di kisaran 98,53. Kondisi ini memberi tekanan pada nilai tukar Rupiah dan secara tidak langsung memengaruhi pergerakan IHSG,” kata Gunawan.

Nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp16.775 per dolar AS. Menurut Gunawan, tekanan terhadap Rupiah juga dipicu oleh sentimen fiskal, khususnya terkait kondisi APBN. “Rupiah masih berpeluang melemah di rentang Rp16.750 hingga Rp16.790 per dolar AS,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas dunia terpantau melemah tipis dan ditransaksikan di level 4.471 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,4 juta per gram. Gunawan menilai pelemahan ini dipicu aksi ambil untung pelaku pasar.

“Minimnya sentimen baru membuat pelaku pasar memanfaatkan momentum penguatan harga emas yang terjadi di awal tahun 2026 untuk melakukan profit taking,” pungkasnya. (ram)