
Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.630,75 pada awal perdagangan pekan ini. Penguatan terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap sejumlah agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam sepekan ke depan.
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menyebutkan bahwa AS akan mendominasi perhatian pasar dengan sejumlah rilis data ekonomi, seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, data ketenagakerjaan, serta keputusan suku bunga acuan berikut pidato Gubernur Bank Sentral AS.
“Faktor lainnya yang juga akan memengaruhi sentimen pasar adalah tenggat waktu kesepakatan tarif dagang yang jatuh pada 1 Agustus. Kemungkinan munculnya kejutan baru bisa membuat pasar lebih atraktif, terutama di kawasan Asia,” kata Gunawan.
Salah satu isu yang paling dinanti adalah perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China. Menurut Gunawan, kesepakatan dua negara ekonomi besar itu sangat berpotensi menggerakkan pasar keuangan global.
Meski bursa Asia diperdagangkan variatif (mixed) pagi ini, IHSG mampu mencatatkan penguatan. Sementara itu, nilai tukar rupiah justru tertekan ke posisi Rp16.340 per dolar AS, meski imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level 4,39%.
Harga emas dunia juga tercatat melemah, diperdagangkan di kisaran US$3.332 per troy ounce atau sekitar Rp1,75 juta per gram. (ram)
