Honne Batalkan Konser di Medan, Pemko Klarifikasi Tak Pernah Melarang

Honne batal tampil di Medan.

Fokusmedan.com : Duo musik asal Inggris, Honne, resmi membatalkan konser mereka di Kota Medan yang sedianya digelar pada Kamis, 31 Juli 2025, di Hotel Santika. Pengumuman pembatalan disampaikan melalui akun Instagram resmi @hellohonne.

“Hai Medan, kami sangat sedih mengumumkan bahwa pertunjukan kami di Medan telah dibatalkan. Sayangnya, keputusan ini diambil oleh pemerintah daerah dan berada di luar kendali kami,” tulis Honne dalam unggahannya, Minggu dini hari (27/7).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Ody Anggia Batubara, membantah bahwa Pemerintah Kota Medan membatalkan konser tersebut.

“Panitia konser yang membatalkan sendiri. Kami mendapat informasi secara lisan dari pihak Hotel Santika,” ujar Ody saat dikonfirmasi, Minggu (27/7).

Ody menjelaskan, pembatalan ini didahului oleh adanya surat dari sejumlah organisasi masyarakat Islam yang dikirim ke Wali Kota Medan. Surat tersebut berisi permintaan agar konser Honne ditinjau ulang karena dugaan dukungan terhadap LGBT. Surat itu kemudian didisposisikan oleh Sekda ke Dinas Pariwisata untuk ditindaklanjuti.

“Kami tidak punya wewenang membatalkan konser. Kami hanya diminta mendalami informasi yang berkembang, terutama menyangkut isu-isu sensitif seperti dugaan dukungan terhadap LGBT,” jelas Ody.

Menurutnya, Dinas Pariwisata kemudian berkoordinasi dengan pihak venue, dalam hal ini Hotel Santika, untuk menindaklanjuti kekhawatiran yang disampaikan masyarakat.

“Kami tidak melarang atau menolak konser tersebut. Tapi kami berkewajiban menyampaikan informasi yang berkembang di masyarakat kepada penyelenggara dan venue,” tegas Ody.

Ia menegaskan, Pemko Medan tetap mendukung kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional selama tidak bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat.

Sebelumnya, penolakan terhadap konser Honne datang dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Ketua MUI Kota Medan, H. Hasan Matsum, M.Ag, menyatakan pihaknya tidak menentang konser musik secara umum, namun menolak segala bentuk aktivitas publik yang berpotensi mempromosikan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran agama, khususnya dukungan terhadap LGBT.

“MUI Kota Medan menolak konser atau pertunjukan publik yang secara langsung atau tidak langsung membawa pesan dukungan terhadap perilaku LGBT. Ini bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga ruang publik kita,” ujar Hasan, Sabtu (19/7).

Ia juga mengimbau Pemko dan penyelenggara untuk lebih selektif dalam memberikan izin acara publik, terutama yang melibatkan figur atau artis yang memiliki rekam jejak mendukung LGBT.

“Kami tidak memusuhi siapa pun, tapi kami wajib menyuarakan penolakan terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan prinsip hidup masyarakat kita,” tandasnya. (Rio)