24/06/2024 9:51
EKONOMI & BISNIS

The FED Urung Turunkan Bunga Acuan, Pasar Saham Berada di Zona merah

Ilustrasi kinerja pasar keuangan. Antara

Fokusmedan.com : ebijakan penetapan besaran bunga acuan pada perdagangan kemarin, Bank sentral AS menetapkan bahwa besaran bunga acuan tidak berubah di level 5.5%. Besaran penetapan bunga acuan tersebut masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, kebijakan The FED yang menunda penurunan bunga acuan pada Maret mendatang memberikan gambaran bahwa penguatan pasar keuangan yang seharusnya dimulai lebih cepat terpaksa ditunda.

Sejumlah bursa di Asia pada perdagangan hari ini, Kamis (1/2/2024) ditransaksikan di zona merah. Sementara itu, IHSG pada sesi perdagangan pagi melemah di level 7.200 atau mengalami penurunan dari penutupan perdagangan kemarin meskipun IHSG saat awal pembukaan sempat menguat di level 7.210.

“IHSG pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan bergerak seirama dengan mayoritas bursa di Asia yang diperdagangkan turun,” ujar Gunawan.

Mata uang rupiah di sisi lainnya memiliki peluang untuk mengaut. Kebijakan The FED yang menahan besaran bunga acuan serta menunda kenaikan bunga acuan di tahun ini justru memberikan dampak pada penurunan imbal hasil US Treasury. Imbal hasil US Treasury 10 tahun sejauh ini di bawah level 4% yang artinya bisa menjadi katalis positif bagi penguatan mata uang Rupiah.

Mata uang rupiah di sesi perdagangan pagi ini stabil di level 15.775 per US Dolarnya. Kinerja mata uang rupiah memang dirugikan dengan kebijakan the FED yang menunda menurunkan bunga acuannya.

“Namun pelaku pasar juga masih mencermati serta mengevaluasi kebijakan The FED tersebut. Dimana saya menilai data ekonomi AS yang berpengaruh seperti inflasi akan menjadi tolak ukur selanjutnya,” ucapnya.

Sementara itu, pada perdagangan pagi ini harga emas ditransaksikan menguat di level $2.042 per ons troy pada pagi ini. Pada dasarnya harga emas juga tidak diuntungkan dengan kebijakan Bank Sentral AS tadi malam. Namun pasar sudah mengkalkulasikan dampak dari kebijakan tersebut (priced in), terhadap harga emas sejauh ini. (ram)