Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Berfluktuasi Ringan Selama Lebaran, Inflasi Terkendali

Harga Kebutuhan Pokok di Sumut berfluktuasi ringan selama Lebaran. FM

Fokusmedan.com : Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara selama Lebaran terpantau berfluktuasi dengan kecenderungan naik. Meskipun aktivitas pedagang belum normal tetapi tidak mengganggu kebutuhan pangan masyarakat.

Seperti harga cabai merah sejak Jumat hingga Minggu bergerak fluktuatif dalam rentang Rp13 hingga Rp28 ribu per Kg nya. Sementara cabai rawit juga bergerak dalam rentang Rp14 hingga Rp24 ribu per Kg.

Untuk komoditas lainnya seperti bawang merah bergerak dalam rentang yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan Kamis berkisar Rp17 hingga Rp28 ribu per Kg. Dan bawang putih juga berada dalam rentang Rp23 hingga Rp27 ribu per Kg nya.

Sejumlah harga sayur-sayuran juga terpantau stabil dengan kecenderungan naik. Salah satunya adalah wortel di mana harganya naik dari kisaran Rp3.000 per Kg menjadi Rp4.000 per Kg.

Untuk harga ayam masih terpantau stabil dikisaran Rp30 hinngga Rp32 ribu per Kg dan, telur ayam dalam rentang Rp1.400 hingga Rp1.600 per butir. Dan untuk daging sapi meskipun sempat naik sehari menjelang lebaran akan tetapi varian harga daging sapi yang dijual cukup beragam mulai dari Rp120 ribu per Kg hingga Rp150 ribu per Kg.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, harga daging sapi yang dijual secara swadaya oleh masyarakat cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi segar yang dijual di pasar tradisional.

Sementara itu, harga minyak goreng curah masih cukup stabil dikisaran Rp14 ribu per Kg. Harga gula pasir juga masih stabil dikisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per Kg. Demikian juga harga beras yang masih stabil dikisaran Rp10.250 hingga Rp13 ribuan per Kg.

“Pada masa Lebaran tahun ini seperti tidak ubahnya tahun sebelumnya, di mana aktivitas di pedagang maupun di petani mengalami penurunan. Sehingga stok bahan pangan belum menunjukan adanya keseimbangan pasar,” ujarnya, Senin (24/4/2023).

Dan sejauh ini masyarakat pada umumnya sudah memiliki stok bahan pangan yang diperuntukan selama lebaran.

Diproyeksikan pada Selasa nanti pasar tradisional baru mulai menunjukan aktivitas yang mengalami peningkatan. Dan titik keseimbangan pasar akan tercipta di hari selanjutnya.

“Namun saya melihat ada potensi sejumlah harga kebutuhan masyarakat seperti komoditas pangan hortikultura berpeluang mengalami penurunan nantinya,” terangnya.

Sejauh ini, sejumlah petani sengaja menunda panen tanamannya yang bisa menggiring peningkatan stok dan penurunan harga, pada saat pasar tradisional sudah kembali beraktivitas normal.

“Lebaran di tahun ini juga tidak memicu terjadinya lonjakan inflasi. Harga di hampir semua kebutuhan pokok bergerak stabil dengan kecenderungan turun saat menjelang lebaran,” pungkasnya. (ram)