20/06/2024 22:28
NASIONAL

Sri Mulyani Akui Naik Alphard di Apron Bandara Soetta: Itu Protokol

Fokusmedan.com : Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan mobil Alphard yang dia tumpangi masuk ke apron bandara Soekarno-Hatta adalah protokoler yang diberikan terhadap dirinya sebagai pucuk tertinggi di Kementerian Keuangan. Dia mengaku kerap menyambangi kantor Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau langsung kerja para petugas.

“Itu adalah protokol yang selama ini diberikan kepada saya dan kalau saya di Cengkareng biasanya memang sengaja ke kantor Bea Cukai untuk sekaligus menanyakan anak buah,” ujar Sri Mulyani usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (27/3).

Dia berujar, menyambangi langsung anak buah bekerja merupakan kesempatan untuk mengetahui apa saja yang telah dilakukan, atau kondisi apa saja yang dihadapi para petugas. Namun, dia menegaskan bahwa saat memasuki kawasan Bandara dirinya beserta pegawai Kementerian Keuangan tetap mengikuti protokol yang telah ditentukan.

“Sehingga kalau masuk bandara tetap mengikuti protokol kita kalau yang lain mungkin tidak melakukan karena ada tempat sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar foto mobil Alphard hitam masuk area apron Bandara Soekarno-Hatta. Dalam foto yang tersebar di media sosial tampak beberapa orang diduga sedang melakukan bongkar muat sejumlah barang ke bagasi belakang mobil tersebut.

Di belakang Alphard ikut berhenti minibus berwarna abu-abu bertuliskan ‘Direktorat Jenderal Bea dan Cukai’. Akun Twitter @PartaiSocmed menyebut mobil Alphard dan minibus itu diduga rombongan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

SM of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi, memberikan penjelasannya. Menurut Holik, kendaraan pribadi masuk ke area apron bisa dipastikan sudah mengacu prosedur yang berlaku (SOP) dan dalam kondisi tertentu salah satunya terkait kegiatan penanganan VIP.

“PT Angkasa Pura II menyampaikan bahwa dalam kondisi tertentu serta sesuai prosedur (SOP) yang berlaku antar-instansi, terdapat kegiatan keprotokolan dalam penanganan VIP yang dijalankan oleh instansi-instansi terkait di bandara yang dikelola perseroan,” ujar dalam rilis yang diterima wartawan, Minggu (26/3).

Dia menambahkan, kegiatan keprotokolan yang dijalankan sudah sesuai dengan SOP yang ada. “Kegiatan keprotokolan yang dijalankan dipastikan sesuai SOP yang berlaku, termasuk mencakup antara lain pengaturan personel, perlengkapan serta penggunaan tanda platform di kendaraan pada Daerah Keamanan Terbatas (DKT) dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan keselamatan penerbangan,” katanya.(yaya)