Sampaikan Surat Terbuka Jelang Pemilu 2024, Mantan Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani Singgung Asas Netralitas

Fokusmedan.com : Menjelang Pemilu serentak tahun 2024, mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani mendadak mengeluarkan surat terbuka.

Melalui surat terbuka tersebut, Bakhtiar pertama kali menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tapteng, serta jajaran Pemkab Tapteng hingga tenaga honorer di tingkat desa yang telah bersama-sama membangun Kabupaten Tapteng.

“Saya Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Bapak Darwin Sitompul selama 5 tahun kepemimpinan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah mengucapkan terima kasih,” katanya, Rabu (25/1/2023).

Sebab, lanjut dia, tujuan dari Pemerintahan Kabupaten Tapteng tak lain adalah untuk mensejahterakan masyarakat Tapteng.

“Apapun yang selama ini telah kita kerjakan, andai kata masyarakat menilai itu berhasil, saya pastikan itu karena keberhasilan kita bersama. Saya yakin dan percaya itu berkat dukungan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah serta Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah,” ucapnya.

Namun, sebutnya, apabila menurut masyarakat ada yang kurang dan salah, Bakhtiar menegaskan, selaku pemimpin biarlah dia yang dipersalahkan. Hal itu, jelas dia, pasti karena kekurangan dan keterbatasannya selaku pemimpin pada saat itu.

Oleh karena itu melalui surat terbuka ini, Bakhtiar menyampaikan kepada seluruh jajaran Pemkab Tapteng baik ASN, Non ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa serta Anggota BPD, agar tidak menunjukkan sikap berpolitik praktis dan selalu mengedepankan asas netralitas pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 nanti, sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Karena ASN, Non ASN, maupun Kepala Desa, Perangkat Desa serta Anggota BPD tidak boleh berpolitik praktis dan memiliki asas netralitas untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Meskipun sejatinya ASN, Non ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa serta Anggota BPD memang memiliki hak pilih dalam setiap pesta demokrasi,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Bakhtiar, dia merasa perlu menyampaikan, bahwa dirinya belum tentu mencalonkan diri sebagai Bupati Tapteng, tetapi bisa juga mencalonkan diri kembali.

“Baik saya mencalon ataupun tidak, saya tetap mengimbau kepada saudara-saudara untuk tidak melakukan politik praktis, sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulisnya.

“Silahkan memilih siapapun yang menjadi pilihan saudara-saudara, namun cukuplah itu hanya ada dalam hati saudara. Walaupun saudara memilih saya maupun memilih yang lain, namun saya selaku sahabat dan saudara, berharap saudara dapat bekerja sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sambungnya.

Bakhtiar menerangkan, politik praktis yang dia maksud bukan hanya terkait Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tapteng saja, melainkan juga menyangkut Pemilihan Presiden, Wakil Presiden serta Legislatif pada tanggal 14 Februari 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 27 Nopember 2024 nanti.

“Oleh sebab itu saya ingatkan kembali kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah baik ASN, Non ASN, maupun Kepala Desa, Perangkat Desa serta Anggota BPD, walaupun selama ini telah terjalin hubungan yang baik antara kita, saya himbau untuk tidak terlibat politik praktis dan netral dalam Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 nanti,” ajaknya.

Tak hanya itu, Bakhtiar juga mengajak siapapun yang ingin maju menjadi calon legislatif bahkan mungkin sebagai kepala daerah di Kabupaten Tapteng agar berpolitik dengan gagasan dan ide, bukan dengan fitnah dan kebencian.

“Kalau ingin dinilai orang menjadi baik, maka berbuat baiklah lebih banyak dari sainganmu yang baik, bukan mengumbar aib atau bahkan memfitnah agar kau terlihat baik,” tuturnya.

Karena, kata Bakhtiar, dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia berharap tetap bersahabat, karena sejatinya persahabatan yang tulus adalah persahabatan yang tanpa ada kepentingan apapun, kecuali kepentingan persahabatan dan persaudaraan, serta tetap saling menghormati, menghargai, dan tetap mentaati ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Persahabatan yang lahir dari mata akan habis termakan waktu, persahabatan yang lahir dari hati tidak akan pernah habis termakan oleh waktu,” imbuhnya.

Untuk itu, Bakhtiar kembali mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga atas persahabatan dan kebersamaan yang terjalin selama ini. Dia menambahkan, biarlah persahabatan dan kebersamaan selama ini menjadi sebuah kenangan dan catatan yang tidak bisa terlupakan dalam catatan perjalanan kehidupan.

“Santai saja, tenang saja, karena hujan tak selamanya deras. Matahari juga tak selamanya terik, warna langit juga tek selamanya biru. Karena kita harus sadar, bahwa dunia ini tak ada yang abadi. Semuanya akan berlalu, seiring bergantinya waktu,” pungkasnya.(ril)