23/06/2024 19:07
GAYA HIDUP & KESEHATAN

Benarkah Minyak Kelapa Lebih Sehat Dibanding Minyak Sawit?

Ilustrasu minyak kelapa. Ist

Fokusmedan.com : Memilih minyak untuk memasak adalah salah satu cara menjalani hidup sehat. Minyak sawit yang biasa digunakan banyak orang dipercaya memiliki kandungan lemak jahat yang tinggi. Akibatnya, minyak ini dianggap paling berisiko meningkatkan kolesterol.

Anda mungkin memilih minyak lain. Salah satunya minyak kelapa yang disebut sebagai alternatif yang lebih sehat. Tapi, benarkah minyak kelapa lebih sehat dan bisa menekan risiko kolesterol tinggi?

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan kadar kolesterol untuk memproduksi hormon tertentu. Namun, kadar kolesterol berlebih bisa jadi berbahaya jika dibiarkan.

Dokter gizi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda, Bandung Johanes Casay Chandrawinata mengatakan kolesterol bisa terbentuk karena kandungan lemak jenuh yang dikonsumsi manusia. Terutama, kolesterol jahat yang lebih mudah meningkat.

Minyak jenuh berasal dari lemak. Utamanya ada pada minyak, misalnya minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak hewani.

“Jadi kalau ada yang bilang minyak kelapa lebih sehat dari minyak sawit, ya, salah juga. Karena minyak kelapa mengandung banyak lemak jenuh,” kata Johanes mengutip CNNIndonesia.com, Senin (2/1/2023).

Kata dia, bahkan lemak jenuh yang terkandung dalam minyak kelapa cukup tinggi. Lemak jenuh pada minyak kelapa cukup kuat, hingga bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL dengan cepat.

“Pesan saya, hindari minyak jenuh kalau Anda punya kolesterol tinggi. Terutama ya itu yang ada di minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak butter,” ujar Johanes.

Mengutip laman Mayo Clinic, minyak kelapa memang mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Bahkan, diyakini bahwa kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa 50 persen lebih banyak dari mentega.

Jika dirinci, komponen nutrisi yang terkandung dalam minyak kelapa memang cukup beragam. Mengutip Healthline, per sendok makan minyak kelapa mengandung 13,5 gram lemak total dengan 11,2 gram di antaranya adalah lemak jenuh.

Minyak kelapa juga mengandung sekitar 0,8 gram lemak tak jenuh tunggal dan sekitar 3,5 gram lemak tak jenuh ganda. Keduanya dianggap sebagai lemak “sehat”.

Lantas, bisakah asupan minyak kelapa meningkatkan kadar kolesterol?

Pada 2013, National Heart, Lung, and Blood Institute merekomendasikan untuk mengurangi penggunaan minyak kelapa dibanding minyak lainnya.

Namun, hingga saat ini, belum banyak penelitian yang menyebutkan bahwa minyak kelapa lebih sehat untuk kolesterol.

Hal yang pasti adalah minyak kelapa bukan minyak yang direkomendasikan untuk kesehatan kolesterol.

Johanes merekomendasikan beberapa minyak yang diyakini lebih sehat untuk orang dengan kolesterol tinggi. Minyak-minyak ini rata-rata mengandung lemak tak jenuh yang pasti tidak berbahaya untuk tubuh.

“Misal pakai minyak olive, minyak jagung, minyak kacang tanah. Pakai minyak alpukat lebih bagus, tapi harganya memang mahal,” tuturnya. (ram)