Cara Pemerintah Cegah Penyebaran Cacar Monyet

Fokusmedan.com : Kasus pertama cacar monyet di Indonesia ditemukan Jumat (19/8) malam. Penularan penyakit ini perlu diwaspadai seluruh lapisan masyarakat. Tapi tidak perlu cemas apalagi panik.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengungkapkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya menghadapi wabah cacar monyet. Termasuk pengawasan dan vaksinasi.

“Sudah disiapkan dari tingkat surveillance. Dinas kesehatan dan puskesmas mempunyai kesigapan melakukan deteksi. Kemudian prevention dan edukasi kepada masyarakat,” kata Syahril dalam konferensi pers, Sabtu (20/8).

Meskipun pasien cacar monyet dapat sembuh sendiri, pemerintah tetap melakukan pengawasan. Tujuannya agar tidak menulari orang lain.

Syahril menjelaskan, upaya pemerintah antara lain kewaspadaan, edukasi, dan sosialisasi. Selain itu, dilakukan juga persiapan di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan.

Bagi masyarakat, pemerintah gencar sosialisasi terkait penanganan awal. Masyarakat diminta waspada gejala seperti demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar. Apabila merasakan gejala tersebut, maka segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Sedangkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan, Kemenkes telah melakukan koordinasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada kesempatan yang sama.

Sosialisasi secara khusus dilakukan kepada rumah sakit, klinik, dan puskesmas di DKI Jakarta. Sebab, lokasi kasus pertama cacar monyet ditemukan di ibu kota.

“Sehingga apabila merawat atau didatangi pasien dengan gejala Monkeypox sudah siap. Begitu ada pasien dateng dengan gejala mirip Monkeypox, langsung dilakukan langkah-langkah awal,” ujar Widyastuti.

Terdapat dua langkah awal penanganan cacar monyet dilakukan oleh pihak pelayanan kesehatan. Pertama, melakukan tes PCR kepada suspek cacar monyet.

Kemudian, pihak pelayanan kesehatan langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk pendalaman kasus cacar monyet tersebut.

Terkait vaksinasi, Syahril menyampaikan saat ini sedang dalam proses mendatangkan 10.000 dosis vaksin.

“Kita sedang memproses untuk pengadaannya dan tentu saja harus melalui rekomendasi dari Badan POM,” ucapnya.

“Insya Allah nanti ada sekitar 10.000 vaksin kita adakan,” Syahril menambahkan.

Nantinya, vaksin akan diutamakan kepada pasien cacar monyet dalam masa inkubasi, serta bagi suspek terdeteksi kontak erat.

Sedangkan terkait vaksinasi massal, masih belum ada rekomendasi dari WHO. “Untuk sementara ini WHO belum memberikan rekomendasi untuk vaksinasi massal, sebagaimana halnya Covid,” tutup Syahril.(yaya)