Ledakan Covid-19 di Eropa Bisa Terjadi di Indonesia, Masyarakat Jangan Abai Prokes

Ilustrasi Covid-19. Pixabay

Fokusmedan.com : Ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University Dicky Budiman meminta pemerintah Indonesia mewaspadai masuknya varian baru virus Corona B.1.1.529 yang pertama kali terdeteksi di Botswana, negara di Afrika bagian Selatan.

Dicky mengingatkan, meski kondisi Covid-19
yang sudah membaik di Indonesia, masyarakat tidak boleh abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Situasi yang melandai saat ini di Indonesia, jangan membuat kita abai. Apa yang terjadi Eropa bisa jadi 2022 juga terjadi ledakan di Indonesia,” kata Dicky dilansir dari Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

“Untuk itu upaya pencegahan dengan cara memperketat perbatasan tetap melakukan 3T 5M dan penguatan vaksinasi jadi hal yang penting,” sambungnya.

Dicky mengatakan, berdasarkan penelitian di Cambridge, Inggris, varian B.1.1.529 ini sudah memiliki 32 mutasi dan berpotensi lebih infeksius dan menurunkan efikasi vaksin.

“Nah, ini tentu perlu kita tunggu lagi perkembangan berikutnya ya karena ini baru November ini, 11 November lalu terdeteksi dari Whole Genome Sequencing (WGS) Afrika,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dicky mengatakan, saat ini, varian B.1.1.529 sudah ditemukan di tiga negara yaitu Botswana, Afrika Selatan dan Hong Kong.
Penularan di Hong Kong, kata dia, terjadi akibat adanya perjalanan internasional ke Afrika Selatan.

“Di 2022 awal terutama, ada prediksi kita akan melihat kehadiran varian baru yang bisa menurunkan efikasi atau berpotensi menyebabkan perburukan situasi pandemi,” ucap dia.

Sebelumnya, dilansir The Guardian, Rabu (24/11/2021), varian B.1.1.529 teridentifikasi di tiga negara dengan 10 kasus infeksi Covid-19.

Meski baru terkonfirmasi 10 kasus, tapi varian tersebut telah memicu kekhawatiran serius di antara beberapa peneliti karena sejumlah mutasi dapat membantu virus menghindari kekebalan.

Varian B.1.1.529 memiliki 32 mutasi pada spike protein, bagian dari virus yang digunakan sebagian besar vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid.

Mutasi pada spike protein dapat memengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan menyebar, tetapi juga mempersulit sel kekebalan untuk menyerang patogen.

Varian ini pertama kali terlihat di Botswana, sebuah negara di Afrika Bagian Selatan. Tiga kasus di sana telah diurutkan.

Lalu 6 kasus telah dikonfirmasi di Afrika Selatan dan satu kasus di Hong Kong dari seorang pelancong yang kembali dari Afrika Selatan. Kasus pertama dari varian ini ditemukan di Botswana pada 11 November, lalu tiga hari kemudian ditemukan di Afrika Selatan.

Kasus yang ditemukan di Hong Kong adalah seorang pria berusia 36 tahun yang dites PCR negatif sebelum terbang dari Hong Kong ke Afrika Selatan, tempat dia tinggal dari 22 Oktober hingga 11 November. Dia dites negatif saat kembali ke Hong Kong, tetapi dites positif pada 13 November saat dikarantina.(ng)