Irjen Napoleon Tegaskan Tak Pernah Hapus Red Notice dan Terima Uang Djoko Tjandra

fokusmedan : Irjen Napoleon Bonaparte memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri dengan didampingi dengan kuasa hukum Putri Maya Rumanti. Napoleon akan diperiksa penyidik sebagai saksi terhadap tiga orang tersangka terkait red notice Djoko Tjandra.

“Hari ini agendanya adalah bapak Jenderal Napoleon Banoparte akan diperiksa sebagai saksi untuk tiga orang tersangka. Yang pertama adalah Djoko Tjandra, kemudian Tommy Sumarti dan PU.
(Periksa soal red notice) Kalau soal itu kami belum bisa menjawab, karena kita belum tahu agendanya, hanya mengambil keterangan saksi dari bapak saja,” kata Maya di Gedung Bareskrim Polri Jakarta┬áSelatan, Jumat (28/8).

“(Bapak) Sehat,” tambahnya.

Maya mengaku, belum mengetahui agenda pemanggilan tersebut.

“Kalau seperti itu saya tidak tahu, kami belum tahu,” katanya

Maya kembali menegaskan kliennya membantah menerima uang dari Djoko Tjandra maupun siapapun. Bahkan, Irjen Napoleon menegaskan kalau dirinya tak pernah menghapus red notice bagi tersangka Bank Bali itu.

“Kemarin sudah disampaikan bahwa yang pertama adalah Bapak tidak pernah menerima uang dari siapa pun, apapun itu tidak pernah. Yang kedua adalah tidak ada red notice yang dicabut oleh Bapak Jenderal Napoleon dan tidak ada kaitan dengan NCB juga,” tegasnya.

“Kemudian yang ketiga adalah yang sebenarnya terjadi adalah pencabutan DPO imigrasi, yang memang nggak ada kaitan dengan NCB, itu yang sebenarnya,” sambungnya.

Lalu apakah Irjen Napoleon akan mengambil langkah dalam hal ini? Maya mengaku, kalau langkah selanjutnya belum dipikirkan sebab masih menunggu hasil dari penyidik.

“Oh untuk selanjutnya kita belum tahu, kita lihat aja dulu perkembangannya seperti apa. Karena kan rekan-rekan penyidik juga sedang melakukan penyidikan lebih lanjut ya, seperti itu ya,” kata Maya.(yaya)