
Fokusmedan.com : Bank sentral China, People’s Bank of China (PBoC), mempertahankan suku bunga pinjaman di level 3 persen. Kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar saham di kawasan Asia.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan hari ini bergerak di zona hijau. Bursa saham China seperti Shenzhen dan Shanghai terpantau menguat, sementara indeks Hang Seng Index justru mengalami koreksi.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi dibuka menguat ke level 8.428. Meski demikian, penguatan yang terjadi masih tipis dan membuka peluang terjadinya koreksi ke zona merah.
“IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 8.370 hingga 8.450 pada perdagangan hari ini,” ujar Gunawan, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, belum ada sentimen besar yang menjadi penggerak utama pasar di Asia. Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah ke level Rp16.820 per dolar Amerika Serikat.
Tekanan terhadap rupiah muncul seiring penguatan Indeks Dolar AS yang naik mendekati level 98 atau berada di kisaran 97,8. Rupiah berpeluang masih ditransaksikan di atas Rp16.800 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan.
Dari komoditas, harga emas pada perdagangan pagi ini tercatat turun ke kisaran 5.167 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram. Pada sesi perdagangan Amerika sebelumnya, harga emas sempat diperdagangkan di kisaran 5.220 dolar AS per ons troy dan menembus level psikologis 5.200 dolar AS.
Meski terkoreksi di sesi Asia, secara keseluruhan harga emas masih menunjukkan tren kenaikan dibandingkan perdagangan sore sebelumnya. Kenaikan harga emas belakangan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. (ram)
