Tipidkor Polda Sumut Geledah Kantor PD Pasar Medan

fokusmedan : Personel Polda Sumut menggeledah kantor Perusahaan Daerah (PD) Pasar Medan di komplek Pasar Petisah Medan, Selasa (24/11/2020).

Penggeledahan yang berlangsung sekita pukul 14.00 WIB hingga malam dipimpin Kasubdit III/Tipikor Kompol Wira Prayatna, S.IK dan Kanit IV Kompol Hartono SH.MH, menyita dua box dokumen dari ruang bagian keuangan PD Pasar Medan.

Kasubdit III/Tipikor Kompol Wira Prayatna S.IK melalui Kanit IV Kompol Hartono SH.MH mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen-dokumen berkaitan dengan sewa tempat berjualan di Pasar Induk Tuntungan (Kau Chi). Dalam kaitan itu, penyidik Tipikor telah menetapkan Aidil Syofian SE selaku Kasubbag Akutansi dan Keuangan PD Pasar Kota Medan, Aidil Sofyan SE.

“Kita sudah layangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap tersangka dan rencananya, Rabu (25/11/2020) akan diperiksa,” sebutnya.

Kompol Hartono menjelaskan, penetapan Aidil Syofyan SE menjadi tersangka terkait penyetoran kontribusi uang sewa tempat berjualan di Pasar Induk Tuntungan (Lau Chi) Kota Medan sejak tahun 2015-2017 yang mengakibatkan kerugian negara Rp.1.483.000.000.

Disebutkan, dalam menerima setoran uang kontribusi sewa pedagang Pasar Induk Tuntungan, Aidil Syofian melakukan secara gelondongan dari penyetor tanpa disertai rincian nama pedagang yang menyetor. Kemudian, Aidil Syofian membuat tanda terima uang berupa kwitansi (bukan kwitansi resmi PD. Pasar Kota Medan) diperuntukkan sebagai bukti pembayaran, dan hal ini khusus untuk pembayaran sewa Pasar Induk Tuntungan.

“Uang kontribusi sewa yang diterima Aidil Syofian tidak langsung membukukannya ke dalam Buku Kas Umum (BKU), melainkan menyimpannya di Brankas PD. Pasar Kota Medan dan dirinya mencatat penerimaan uang kontribusi sewa Pasar Induk Tuntungan dalam BKU setelah menyetor uang ke Bank,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Plt Dirut PD.Pasar Osman Manalu mengatakan, pihaknya akan membantu penyidik Poldasu.

“Kita akan koferatif, apa yang diminta penyidik akan kita berikan supaya kasus itu segera selesai,” katanya singkat.

Mantan Direktur SDM PD.Pasar Kota Medan yang menyaksikan penggeledahan mengatakan, kasus itu terjadi sejak tahun 2015-2017 saat Aidil Syofian menjabat Kasubbag Akutansi dan Keuangan PD.Pasar Medan, terkait sewa pasar induk Lau Chi.

Kejahatan Luar Biasa

Menanggapi penggeledahan kantor PD Pasar Medan, pemerhati sosial kemasyarakata Kota Medan, Muhammad Abdi Siahaan/Wak Genk mengatakan, kewajiban penyidik untuk mendapatkan barang bukti.

“Agar kasus itu terang benderang penyidik berhak melakukan upaya untuk mendapatkan barang bukti sehingga nantinya kasunya dapat diterima pihak kejaksaan,” kata Wak Genk.

Pengamat kinerja kepolisian itu berharap agar kasus dugaan korupsi itu dapat segera dilanjutkan sampai ke persidangan dengan menyeret tersangka.

“Kita berharap penyidik segera melimpahkan kasus itu sampai ke kejaksaan dan tersangka Aidil Syofian dihukum berat mengingat kasus korupsi tergolong kejahatan luar biasa,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar penyidik melakukan penyidikan dengan profesional tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Kita juga berharap agar kasus-kasus korupsi yang ditangani Tipikor Poldasu segera dilanjutkan ke pengadilan dan jangan ada yang berhenti ditengah jalan,” tandasnya.(tam)