Diguyur Sentimen Positif, Harga CPO Mampu Naik di Atas 3.000 Ringgit Per Ton

 

fokusmedan :  Harga CPO kembali mengalami penguatan seiring dengan banyaknya sentimen positif yang mengguyur pasar. Salah satu diantaranya adalah harga CPO untuk kontrak pengiriman bulan Desember yang di akhir pekan di atas 3.000 ringgit per ton atau berkisar 3.050 ringgit Malaysia per ton.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga CPO ini dipengaruhi oleh konsumsi dari China yang mengalami peningkatan.

Akan tetapi, lanjutnya, untuk harga CPO di 17 September kemarin masih dijual dikisaran harga 2.975 ringgit Malaysia per tonnya. Memang mengalami kenaikan tinggi khususnya dalam 5 hari perdagangan terakhir.

“Kinerja harga CPO membaik seiring dengan stok yang masih sedikit serta tingginya konsumsi CPO di China,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Awal Oktober nanti, katanya, China akan mengadakan pesta perayaan musim gugur dan minggu emas. Sementara itu, disisi lainnya harga kedelai yang mengalami kenaikan dari kisaran $34 mendekati $36 per kwintal dalam dua 3 hari perdagangan sebelumnya.

Sebenarnya CPO bisa saja mengalami kenaikan lanjutan seandainya permintaan CPO dari India terjadi. Akan tetapi tingginya jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 membuat harga CPO susah berlanjut. Padahal India akan mengadakan festival Dewali yang selalu dibarengi dengan tren permintaan CPO yang meningkat.

“Akan tetapi saat ini justru pelaku pasar mengkhawatirkan bahwa perayaan tersebut sepertinya tidak akan berlangsung semeriah tahun-tahun sebelumnya, atau bahkan mungkin tidak ada perayaan sama sekali,” ujarnya.

Angka pasien positif corona yang telah mencapai lebih dari 5 juta jiwa justru membuat pelaku pasar memperkirakan India akan kembali melakukan lockdown.

Dan harga CPO pada dasarnya belakangan ini tidak mendapatkan dukungan dari mata uang US Dolar yang melemah belakangan ini.

Mata uang ringgit yang mengalami penguatan justru menjadi penahan tren kenaikan harga CPO. Termasuk juga mata uang Rupiah yang  belakangan juga mengalami penguatan terhadap US Dolar yang membuat pendapatan eksportir CPO mengalami penurunan.(ng)