Awal Tahun, RSUP Haji Adam Malik sempat tangani pasien terduga suspect nCOV

fokusmedan : Menaungi tiga provinsi, Aceh, Sumut dan Riau, RSUP Haji Adam Malik menjadi salah satu dari 14 Rumah Sakit Nasional sebagai pusat rujukan penanganan pasien Novel Corona Virus (nCoV) .

Diketahui, nCov ini merupakan virus jenis baru yang kasusnya belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Koordinator Penanganan Virus Corona Tim PINERE RSUP Haji Adam Malik, dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP menyampaikan, pada awal Januari lalu, RS milik Kemenkes ini sempat menangani pasien rujukan dari salah satu RS swasta di Kota Medan yang diduga terserang suspek nCov.

“Pasien masuk dengan kondisi flu dan baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Setelah 3 hari dirawat di ruang infeksius, berdasarkan hasil pemeriksaan pasien ternyata dinyatakan negatif nCov,” sebutnya kepada wartawan, Jumat (24/1).

Ia menjelaskan, gejala pasien nCoV biasanya flu, sesak dan ada riwayat bepergian ke China atau ke negara lainnya.

“Jadi kita aware ke situ. Nah, penyebarannya dari udara dan air ludah,” jelasnya.

Pemeriksaan pasien nCoV dilakukan melalui pengambilan sampel swap dari tenggorokan yang akan diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbang) Kementerian Kesehatan RI serta dengan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaannya ini baru akan keluar 2-3 hari kemudian.

“Namun, sampai saat ini belum ada vaksin nCoV,”  jelasnya.

Ia mengaku jika pihaknya siap dalam menangani pasien nCoV, baik dari sumber daya manusia melalui Tim PINERE (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging), sarana dan prasarana serta alur penanganan yang tepat sesuai standar prosedur operasional yang berlaku.

“Tim PINERE ini juga sejak tahun 2004 telah menangani kasus flu burung dan juga menangani KLB Difteri, serta beberapa KLB lainnya. Alur penanganan kasus ini sudah kita update, APD nya juga ada,” lanjutnya.

Tim PINERE ini terdiri dari 20 orang tenaga medis diantaranya dokter spesialis yang berlatar belakang dari berbagai spesialisasi dan juga pencegah dan pengendalian infeksi.(riz)