
Fokusmedan.com : Pasar keuangan global kembali mendapat sentimen positif dari peluang dibukanya kembali jalur negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menilai harapan meredanya konflik turut mendorong pergerakan sejumlah instrumen utama.
Harga minyak dunia tercatat melemah dan bergerak di kisaran 92 hingga 95 dolar AS per barel. Penurunan ini sementara menjadi katalis positif bagi emas. Pada perdagangan pagi, harga emas dunia naik ke level 4.836 dolar AS per troy ons, atau sekitar Rp2,67 juta per gram.
Penguatan emas terjadi di tengah ekspektasi pasar terhadap potensi penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Pelaku pasar kini menunggu hasil negosiasi sebagai acuan dalam menentukan arah investasi selanjutnya.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan. Pada perdagangan pagi, rupiah melemah ke level Rp17.120 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir, meskipun terdapat indikasi pelemahan dolar AS, baik dari penurunan indeks dolar maupun imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.
Menurut Gunawan, kekhawatiran pasar terhadap dampak berkepanjangan konflik geopolitik masih membayangi, terutama terhadap kondisi fiskal dan stabilitas nilai tukar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.750, seiring penguatan mayoritas bursa saham Asia. Minimnya rilis data ekonomi pada hari ini membuat pergerakan IHSG lebih dipengaruhi sentimen regional.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi pembalikan arah, mengingat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih cukup tinggi. (ram)
