
Fokusmedan.com : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Senin (14/4/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan dukungan teknis bagi jemaah.
Rico Waas mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan haji dari tahun ke tahun. Menurutnya, pelayanan yang baik menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan kenyamanan bagi para jemaah.
“Setiap tahun penyelenggaraan haji berjalan lancar, tetapi pelayanan harus terus kita tingkatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” kata Rico Waas.
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas didampingi Asisten Pemerintahan HM Sofyan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Baginda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arrahmaan Pane, Kepala Bagian Kesra Agus Maryono, serta Kepala Bagian Prokopim Arafat Syam.
Rico juga meminta agar setiap kendala dalam proses persiapan, termasuk kebutuhan transportasi dan dukungan teknis lainnya, segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Kalau ada kendala, sampaikan, termasuk kebutuhan transportasi dan lainnya supaya bisa kita carikan solusi bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan dengan Pemko Medan dalam penyebaran informasi terkait pelayanan haji, mulai dari persiapan dan kelengkapan administrasi hingga informasi barang yang boleh dan tidak boleh dibawa selama menjalankan ibadah haji.
Rico menambahkan, Pemko Medan juga siap membantu memberikan informasi kepada masyarakat terkait keamanan rumah jemaah yang ditinggalkan selama menjalankan ibadah haji.
“Nantinya jajaran kewilayahan dan perangkat daerah terkait akan membantu menjaga dan mengawasi rumah jemaah yang berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Selain itu, Pemko Medan juga akan berupaya mencarikan fasilitas kantor yang representatif bagi Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan dengan memanfaatkan aset milik Pemko yang tidak digunakan, tentunya melalui koordinasi dengan kementerian terkait.
“Kita akan coba carikan dari aset Pemko yang tidak terpakai, tentunya dengan koordinasi bersama kementerian terkait,” kata Rico.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut menyampaikan jumlah jemaah haji Kota Medan tahun 2026 sebanyak 1.883 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 persen merupakan jemaah lanjut usia di atas 80 tahun yang mendapat prioritas keberangkatan.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah jemaah haji Provinsi Sumatera Utara mencapai 5.894 orang yang terbagi dalam 17 kelompok terbang (kloter). Namun, jemaah asal Kota Medan tidak dapat mengisi setiap kloter secara penuh.
“Total jemaah Medan tahun ini 1.883 orang. Sekitar 4 persen di antaranya merupakan jemaah lansia yang mendapat porsi khusus,” jelasnya.
Bambang berharap Wali Kota Medan dapat melepas langsung kloter pertama jemaah haji yang dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April melalui Bandara Kualanamu.
Selain itu, pihaknya juga berharap adanya dukungan transportasi berupa bus pulang-pergi bagi petugas yang mengantar jemaah ke bandara, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah daerah lain. (ram)
