
Fokusmedan.com : Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan nasional pasca Ramadan dan Idulfitri 2026, seiring penguatan kebijakan dan pengawasan di tingkat konsumen maupun produsen.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga sejumlah komoditas pangan pokok mulai stabil, bahkan mengalami penurunan di berbagai daerah. Stabilitas ini dinilai sebagai hasil dari implementasi kebijakan harga seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP), serta pengawasan intensif di lapangan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan pemerintah bergerak cepat merespons fluktuasi harga melalui langkah taktis bersama para pemangku kepentingan.
“Penetapan HET dan HAP bertujuan melindungi produsen dan konsumen. Saat terjadi gejolak harga, pemerintah langsung melakukan intervensi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Pengawasan harga dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Selain menjaga harga di tingkat konsumen, pemerintah juga mulai memperkuat pengendalian harga di tingkat produsen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan pertama April 2026 untuk sejumlah komoditas. Daging ayam ras mengalami penurunan IPH di 125 kabupaten/kota, meningkat dari 64 daerah pada pekan sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras di 116 daerah, cabai merah di 198 daerah, cabai rawit di 161 daerah, serta daging sapi di 105 daerah.
Di sisi produsen, pemerintah merespons turunnya harga ayam hidup pascalebaran dengan menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk jagung pakan guna menekan biaya produksi peternak.
Untuk 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp678 miliar dengan target penyaluran 242 ribu ton jagung pakan. Program ini difokuskan pada wilayah non-sentra produksi atau daerah yang tidak sedang memasuki masa panen raya.
Selain itu, program SPHP beras tetap dilanjutkan untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut kebijakan pangan pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
“Program prioritas Presiden Prabowo Subianto menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan peternak,” kata Amran.
BPS mencatat indeks harga yang diterima petani padi berada di atas 140 sejak Juli 2025, dengan posisi Maret 2026 di level 144,52, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 137,94.
Sementara itu, indeks harga yang diterima peternak unggas pada Maret 2026 mencapai 138,19, tertinggi sejak 2023 dan terus meningkat sejak akhir 2025. (ram)
