
Fokusmedan.com : Mayoritas bursa saham di Asia dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini seiring meningkatnya eskalasi konflik global yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, mengatakan harga minyak jenis Brent pada perdagangan pagi ini naik ke level 115 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis WTI juga tercatat menguat di atas 110 dolar AS per barel.
“Kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi perang yang terus memanas, sehingga kembali meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan global,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurut Gunawan, inflasi kembali menjadi isu utama di tengah kemungkinan bank sentral global mengambil kebijakan yang lebih agresif (hawkish). Kondisi ini turut berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.
Pada sesi perdagangan pagi, rupiah tercatat melemah di kisaran Rp16.975 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS (USD Index) yang berada di level 100,2.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka melemah di level 7.020 dan sempat turun menembus level psikologis 7.000.
“Tekanan dari bursa Asia dan pelemahan rupiah berpotensi membebani kinerja IHSG di awal pekan ini, terutama di tengah meningkatnya eskalasi konflik,” kata Gunawan.
Dalam sepekan ke depan, pasar keuangan diperkirakan akan diwarnai berbagai sentimen ekonomi global dan domestik. Di antaranya pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, data kepercayaan konsumen AS, inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, penjualan ritel, hingga data ketenagakerjaan dan manufaktur AS.
Namun demikian, Gunawan menilai data ekonomi belakangan ini belum menjadi faktor utama penggerak pasar.
“Pelaku pasar masih lebih fokus pada perkembangan konflik di Timur Tengah, serta pergerakan harga komoditas seperti minyak dan emas,” jelasnya.
Pada perdagangan pagi ini, harga emas tercatat bergerak di kisaran 4.471 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,45 juta per gram.
Gunawan menambahkan, pergerakan emas saat ini masih cenderung tertahan dan belum mampu menguat signifikan.
“Emas mulai menunjukkan upaya bertahan di kisaran 4.500 dolar AS per ons troy, sekaligus berusaha meminimalkan pengaruh fluktuasi harga minyak terhadap pergerakannya,” pungkasnya. (ram)
