Perebutan Kursi PTN Kian Ketat, Kampus Berbasis Industri Jadi Alternatif

BINUS @Medan hadirkan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik.

Fokusmedan.com : Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Pada UTBK-SNBT 2025, lebih dari 860 ribu peserta tercatat bersaing untuk sekitar 284 ribu kursi yang tersedia. Kondisi ini mendorong banyak siswa dan orang tua tetap menjadikan PTN sebagai tujuan utama dalam melanjutkan pendidikan.

Namun, di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, pendekatan tersebut mulai dipertanyakan. Tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang menghadapi kesulitan memasuki dunia kerja, bahkan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa pengangguran masih didominasi usia produktif, termasuk lulusan pendidikan tinggi.

Fenomena ini memicu pergeseran cara pandang orang tua dalam memilih kampus. Perguruan tinggi kini tidak hanya dinilai dari reputasi, tetapi juga dari kemampuannya membekali mahasiswa dengan keterampilan relevan, pengalaman praktis, serta kesiapan menghadapi kebutuhan industri.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS @Medan menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga terlibat dalam berbagai pengalaman profesional seperti internship, proyek industri, hingga kewirausahaan untuk memperkaya portofolio sejak dini.

Sejak awal perkuliahan, mahasiswa juga mengikuti industry visit dan berkesempatan berdialog langsung dengan pelaku industri. Bahkan, mulai semester dua, mahasiswa dapat terlibat dalam pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memahami kebutuhan riil di lapangan.

Pendekatan ini merupakan bagian dari sistem pendidikan BINUS University yang terintegrasi dengan industri dan pengalaman global. Melalui program “2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier”, mahasiswa dapat menyelesaikan studi lebih cepat sekaligus mengikuti berbagai program enrichment seperti internship, entrepreneurship, riset, pengabdian masyarakat, hingga pengalaman internasional.

Program tersebut didukung lebih dari 170 universitas mitra di berbagai negara serta lebih dari 2.200 mitra industri global. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga pengalaman nyata dan jaringan profesional yang relevan.

Direktur Kampus BINUS @Medan, Tri Juniarty, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa memilih perguruan tinggi merupakan keputusan strategis jangka panjang.

“Memilih perguruan tinggi bukan hanya soal tempat belajar, tetapi bagaimana lingkungan tersebut mampu membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja serta mengeksplorasi peluang karier dan bisnis. Di tengah perubahan industri yang cepat, relevansi pembelajaran menjadi kunci,” ujarnya melalui keterangan, Senin (30/3/2026).

Ke depan, pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi jalur memperoleh gelar, tetapi juga fondasi dalam membangun kesiapan karier. Melalui pendekatan terintegrasi antara akademik, industri, dan pengalaman global, BINUS @Medan berkomitmen mencetak talenta muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.

Sejalan dengan semangat sebagai kampus Global Digitalpreneur, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta peluang di tengah dinamika dunia digital yang terus berkembang. (ng)