FGD IHN Sumut Bahas Sinkronisasi Data dan Implementasi di Lapangan

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) Provinsi Sumatera Utara.

Fokusmedan.com : Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) Provinsi Sumatera Utara menitikberatkan pada penguatan koordinasi, sinkronisasi data, dan strategi implementasi di tingkat tapak. Kegiatan yang digelar di Hotel Grandhika Medan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan.

FGD yang diselenggarakan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara ini membahas pentingnya data inventarisasi hutan yang akurat, terintegrasi, dan terstandar sebagai dasar penyusunan kebijakan kehutanan berbasis bukti, khususnya dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH), Dr. Agus Budi Santosa, memaparkan arah kebijakan nasional IHN yang menekankan integrasi data lintas sektor. Sementara itu, Prof. Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara menyampaikan hasil survei IHN di Sumut yang menunjukkan kondisi hutan lahan kering masih relatif stabil dengan tingkat keanekaragaman spesies sedang.

Hasil IHN 2.0 di Kabupaten Tapanuli Utara pada klaster 110174, 110182, dan 110165 menunjukkan variasi spesies dominan di tiap lokasi, yakni Meranti bunga (Shorea leprosula), Medang (Phoebe sp.), dan Hau Halak. Ketiga klaster tersebut juga memiliki cadangan karbon yang cukup besar, dengan nilai tertinggi di klaster 110182, yang sebagian besar tersimpan pada biomassa pohon hidup.

Program Manager Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI), Muammar BM, memaparkan rencana implementasi IHN di tingkat tapak, termasuk pendekatan teknis dan kolaborasi antar lembaga. Diskusi yang diikuti 28 peserta ini berlangsung aktif dengan masukan terkait metodologi inventarisasi, integrasi data, serta strategi pelaksanaan yang efektif.

“Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar kuat dalam mendukung kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan serta kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan,” ujar Muammar. (ng)