
Fokusmedan.com : Bursa saham Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada sesi perdagangan pagi. Sejalan dengan itu, IHSG dibuka turun di level 7.528.
Menurut Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang menekan pasar, terutama meningkatnya tensi geopolitik global. Selain itu, keputusan MSCI yang menunda rebalancing saham Indonesia pada Mei 2026 turut membatasi ruang penguatan IHSG.
Ketegangan di Timur Tengah juga kian memburuk di tengah ketidakpastian negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. AS dikabarkan memperpanjang gencatan senjata, namun situasi ini justru memicu ketidakpastian karena kedua pihak dinilai belum menunjukkan komitmen kuat untuk melanjutkan negosiasi berikutnya.
Sentimen eksternal tersebut turut menekan nilai tukar rupiah. Pada sesi perdagangan pagi, rupiah melemah ke level Rp17.165 per dolar AS. Selain faktor geopolitik, penguatan indeks dolar AS yang naik ke level 98,33 juga menjadi tekanan tambahan bagi mata uang domestik.
Di sisi lain, pelaku pasar masih menanti keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia terkait suku bunga acuan. Gunawan memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen, mengingat ruang kebijakan yang semakin terbatas akibat tekanan fiskal dan pelemahan rupiah.
Sementara itu, harga emas dunia tercatat melemah ke level 4.757 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,63 juta per gram. Ketidakpastian arah negosiasi Iran–AS menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan harga emas global. (ram)
