
Fokusmedan.com : Harga cabai merah di Kota Medan mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah naik dari kisaran Rp20.600 per kilogram menjadi Rp29.100 per kilogram.
Bahkan, harga tertinggi tercatat di Pasar Beringin Gunung Sitoli yang mencapai Rp35.000 per kilogram.
Menurut Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, kenaikan harga cabai merah ini dipicu oleh menurunnya pasokan. Sejumlah daerah sentra produksi seperti Batubara telah memasuki akhir masa panen.
“Selain itu, pasokan dari wilayah Aceh juga mengalami penurunan. Kondisi ini dinilai menguntungkan petani karena harga jual meningkat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Sebaliknya, harga daging ayam justru mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya pasokan mingguan, sementara permintaan masyarakat cenderung melemah. Pedagang mengeluhkan turunnya aktivitas belanja, terutama untuk kebutuhan pesta atau hajatan pasca-Idul Fitri.
Menurut Gunawan, biasanya permintaan daging ayam meningkat setelah Idul Fitri seiring maraknya kegiatan hajatan. Namun, kondisi saat ini menunjukkan tren sebaliknya, sehingga harga tertekan.
Ke depan, tekanan harga diperkirakan masih berlanjut seiring meningkatnya pasokan ayam hidup di pasaran.
Sementara itu, harga minyak goreng curah di Sumatera Utara juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data PIHPS, harga naik dari Rp20.150 per kilogram pada pekan lalu menjadi Rp21.300 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah tren penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global, dari sekitar 4.800 ringgit per ton pada awal April menjadi 4.550 ringgit per ton per 22 April.
Gunawan menjelaskan, tidak turunnya harga minyak goreng meski harga CPO melemah diduga dipengaruhi oleh kenaikan biaya lain, seperti harga plastik yang meningkat hingga dua kali lipat.
Selain itu, kenaikan biaya produksi pertanian seperti pupuk, pestisida, dan plastik mulsa belum sepenuhnya tercermin dalam harga saat ini, dan berpotensi berdampak pada harga pangan pada masa panen berikutnya. (ram)
