
Fokusmedan.com : Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menyebut mayoritas bursa saham Asia masih mampu bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan, meski dibayangi tekanan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Namun berbeda dengan bursa regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah 0,65 persen ke level 7.594,111. Padahal, IHSG sempat menguat dan menyentuh level tertingginya di 7.692 pada awal perdagangan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja positif dengan menguat ke level Rp17.165 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat melemah di kisaran Rp17.185 selama sesi perdagangan. Melemahnya indeks dolar AS ke level 98,2 menjadi faktor yang menopang penguatan rupiah.
Gunawan menjelaskan, di tengah minimnya sentimen ekonomi, pergerakan pasar keuangan saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global.
Di sisi lain, harga emas dunia tercatat melemah ke level 4.787 dolar AS per ons troy. Penurunan ini terjadi di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Meski pelaku pasar berharap adanya de-eskalasi konflik melalui rencana pertemuan damai antara Amerika Serikat dan Israel, investor masih cenderung mengambil sikap wait and see.
Dalam sepekan ke depan, pasar akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting, seperti data penjualan ritel Amerika Serikat dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Menurut Gunawan, kebijakan moneter diperkirakan akan memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan IHSG dan rupiah.
Meski demikian, rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai tetap berpotensi menjadi sentimen utama yang menggerakkan pasar, bahkan melampaui pengaruh data ekonomi. (ram)
