YAKOPI Luncurkan Logo Baru di Forum Internasional, Perkuat Aksi Konservasi Pesisir dan Ekonomi Biru

Direktur Eksekutif YAKOPI, Meilinda Suriani Harefa saat peluncuran logo baru YAKOPI.

Fokusmedan.com : Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI) meluncurkan logo baru sebagai simbol semangat dan arah strategis dalam memperkuat pelestarian lingkungan pesisir. Peluncuran dilakukan dalam ajang “1st CoESDev 2026: International Conference on Coastal Ecosystems and Sustainable Development 2026” di Aryaduta Hotel Medan, Sabtu (18/4/2026).

Momentum ini menegaskan komitmen YAKOPI dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Selama ini, YAKOPI yang berbasis di Sumatera Utara aktif menjalankan berbagai program, mulai dari restorasi mangrove, edukasi lingkungan, hingga penguatan peran generasi muda sebagai agen perubahan. Organisasi ini juga konsisten memberdayakan perempuan pesisir melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi berbasis pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Konferensi internasional CoESDev 2026 yang mengusung tema “Sustainable Development in Coastal Area” menjadi forum bertemunya pemangku kepentingan dari berbagai negara. Sejumlah isu strategis dibahas, seperti pengembangan blue economy, kebijakan pengelolaan mangrove berkelanjutan, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Isu-isu tersebut dinilai penting dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan, termasuk dalam penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari berbagai institusi, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Hiroshima University, Universiti Malaya, Integrity Council for the Voluntary Carbon Market, ClimeCo, serta akademisi dari Universitas Negeri Medan dan Universitas Sumatera Utara.

Direktur Eksekutif YAKOPI, Meilinda Suriani Harefa, menegaskan bahwa logo baru bukan sekadar perubahan visual, melainkan representasi komitmen organisasi untuk terus berinovasi dan memperluas dampak.

“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat sinergi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta dalam mewujudkan ekonomi biru serta menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian penting dari upaya pengendalian perubahan iklim,” ujarnya.

Logo baru YAKOPI menampilkan pohon berdaun hijau dengan akar kuat yang melambangkan kehidupan, pertumbuhan, serta hubungan erat manusia dengan alam. Lima daun merepresentasikan para pendiri dan generasi muda sebagai simbol regenerasi.

Sementara gelombang biru di bagian bawah menggambarkan ekosistem pesisir dan keseimbangan antara daratan dan laut, serta lingkaran biru yang menyiratkan kesinambungan dan kolaborasi.

Dengan identitas baru ini, YAKOPI optimistis dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan kawasan pesisir yang tangguh, berdaya, dan berkelanjutan.

Konferensi dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Her Wahyudi Marpaung. (ng)