
Fokusmedan.com : Sentimen pasar global masih bergerak dalam pola yang sama, yakni ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat pada pertemuan mendatang. Harapan ini turut mendorong penguatan bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.
Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya sempat melemah, kembali menunjukkan penguatan pada awal sesi perdagangan dengan dibuka di level 7.663.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menilai, optimisme pasar tersebut menjadi katalis positif bagi pergerakan saham, meskipun masih dibayangi sejumlah risiko dari dalam negeri.
“Namun sangat disayangkan, Rupiah justru mengalami pelemahan ke level Rp17.140 per dolar AS. Kondisi ini berpotensi membebani kinerja IHSG sepanjang sesi perdagangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelemahan Rupiah kali ini tidak sejalan dengan pergerakan dolar AS yang cenderung melemah. Indeks dolar AS (USD Index) tercatat stabil dengan kecenderungan turun di kisaran 98,02.
Selain itu, dolar AS juga terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang Asia, seperti baht Thailand, yen Jepang, hingga dolar Hong Kong.
Menurut Gunawan, pelaku pasar saat ini lebih menaruh perhatian pada sentimen domestik. Beberapa faktor yang menjadi sorotan antara lain peningkatan beban fiskal, tekanan pada neraca pembayaran, serta langkah intervensi nilai tukar Rupiah.
“Jika mengacu pada mekanisme permintaan dan penawaran, maka neraca pembayaran menjadi isu fundamental bagi pergerakan Rupiah saat ini,” jelasnya.
Di sisi lain, harga emas dunia tercatat mengalami penguatan tipis. Emas diperdagangkan di kisaran 4.820 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,67 juta per gram.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah stabilnya harga minyak mentah dunia. Selain itu, penguatan emas juga masih didorong oleh sentimen pasar yang berharap adanya kemajuan dalam dialog antara Iran dan Amerika Serikat. (yaya)
