
Fokusmedan.com : Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menyebut mayoritas pasar saham di Asia dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Isu blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS) sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja pasar keuangan global.
Menurutnya, pelaku pasar masih menaruh harapan pada tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS. Hal ini menyusul pernyataan Wakil Presiden AS yang menyebut blokade tersebut telah memberi tekanan terhadap Iran.
“AS mendorong Iran untuk menyepakati tawaran damai. Namun, Iran sejauh ini masih merespons dingin dan menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia pada perdagangan pagi terpantau melemah ke kisaran 96 dolar AS per barel, lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya.
Sejalan dengan sentimen regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan menguat ke level 7.603. Penguatan ini mengikuti tren positif mayoritas bursa saham Asia.
Namun, nilai tukar rupiah justru bergerak melemah ke level Rp17.115 per dolar AS. Kondisi ini terjadi meskipun indeks dolar AS (USD Index) turun ke kisaran 98,3 dan tidak mendapat dorongan signifikan dari indikator ekonomi AS.
Sementara itu, harga emas dunia mengalami penguatan dan ditransaksikan di level 4.775 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,64 juta per gram. Kenaikan harga emas didorong oleh pelemahan harga minyak mentah yang membuka peluang kebijakan moneter lebih longgar.
Gunawan menambahkan, volatilitas di pasar komoditas dan keuangan masih tergolong tinggi. Fokus pelaku pasar saat ini tetap tertuju pada perkembangan situasi di Selat Hormuz.
“Ketidakpastian masih tinggi dan arah pasar sangat bergantung pada dinamika geopolitik yang berkembang,” pungkasnya. (ram)
