OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumut Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien (tengah) sedang memaparkan kondisi perekonomian. Dok

Fokusmedan.com : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan di daerah tetap terjaga meski di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, mengatakan kondisi tersebut tercermin dari kinerja sektor keuangan yang masih solid serta didukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Inflasi Sumut per Maret 2026 tercatat 3,86 persen, didorong kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 4,53 persen, dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai kontributor terbesar PDRB sebesar 25,32 persen.

Di sektor perbankan, kinerja intermediasi hingga Februari 2026 tetap solid. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4,19 persen menjadi Rp340,2 triliun, sedangkan kredit meningkat 4,27 persen menjadi Rp315,12 triliun. Risiko perbankan juga terjaga dengan rasio NPL 1,91 persen.

“Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan pembiayaan sektor riil di Sumatera Utara tetap tumbuh,” ujar Khoirul.

Sektor BPR mencatat pertumbuhan aset dan kredit, meski rasio kredit bermasalah meningkat menjadi 10,50 persen. OJK juga memperkuat pelindungan masyarakat, termasuk memblokir lebih dari 33 ribu rekening terkait judi online.

Pada sektor perasuransian dan dana pensiun, investasi dana pensiun tumbuh 7,95 persen menjadi Rp1,31 triliun. Namun, premi asuransi umum dan jiwa mengalami penurunan, dipengaruhi peningkatan klaim akibat bencana pada akhir 2025.

Di sektor pembiayaan, kinerja tetap positif dengan piutang pembiayaan mencapai Rp24 triliun. Industri pinjaman daring dan modal ventura juga mencatat pertumbuhan signifikan.

Sementara itu, pasar modal menunjukkan perkembangan pesat dengan jumlah investor mencapai lebih dari 1 juta SID atau tumbuh 64,25 persen. Nilai transaksi saham juga meningkat signifikan.

OJK Sumut juga terus mendorong literasi dan pelindungan konsumen, dengan menindaklanjuti 573 pengaduan sepanjang Januari–Februari 2026 serta memperluas edukasi keuangan di berbagai daerah.

Ke depan, Khoirul menegaskan OJK akan terus memperkuat pengawasan, mitigasi risiko, serta mendorong pengembangan sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (ng)