
Fokusmedan.com : Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan hari ini, didorong sentimen positif dari rencana dibukanya kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, kabar tersebut menjadi angin segar bagi pasar keuangan global setelah perundingan sebelumnya sempat mengalami kegagalan.
“IHSG pada penutupan perdagangan hari ini menguat 2,34 persen di level 7.675,951,” ujarnya.
Meski demikian, penguatan IHSG tidak diikuti oleh kinerja mata uang Rupiah. Rupiah justru melemah di kisaran Rp17.110 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level Rp17.140 per dolar AS selama sesi perdagangan. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di zona merah.
Gunawan menjelaskan, pelemahan Rupiah ini terjadi di tengah potensi tekanan terhadap dolar AS yang tercermin dari melemahnya indeks dolar (USD Index). Kondisi tersebut menunjukkan Rupiah belum mampu memanfaatkan momentum pelemahan dolar global.
Menurutnya, sentimen pasar saat ini lebih banyak tertuju pada kondisi fiskal dalam negeri, khususnya kinerja APBN yang tertekan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Upaya pemerintah menahan kenaikan harga BBM subsidi justru menambah beban terhadap Rupiah,” jelasnya.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih berada di atas asumsi Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 70 dolar AS per barel. Pada perdagangan sore, harga minyak berada di kisaran 97 hingga 98 dolar AS per barel.
Stabilnya harga minyak turut memberikan sentimen positif bagi emas. Harga emas terpantau bergerak stabil dengan kecenderungan naik di kisaran 4.780 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,64 juta per gram. (ram)
