
Fokusmedan.com : Penataan distribusi pangan di pasar rakyat mulai menunjukkan hasil positif. Percepatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pedagang membuka akses ke rantai pasok resmi, termasuk minyak goreng rakyat Minyakita, sehingga pasokan lebih terjamin dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
Meski demikian, masih ditemukan pedagang yang belum memiliki NIB sehingga belum dapat mengakses distribusi resmi, termasuk pasokan Minyakita dari Bulog.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mempercepat penerbitan NIB dengan skema jemput bola di pasar rakyat. Salah satunya di Pasar Baros, Kabupaten Serang, dengan menerbitkan 50 NIB gratis bagi pedagang.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Badan Pangan Nasional, Budi Waryanto, mengatakan penguatan legalitas pedagang menjadi bagian dari langkah konkret menjaga stabilitas harga.
“Tanpa NIB, pedagang tidak bisa mengakses pasokan resmi dari Bulog. Ini membuat distribusi tidak efisien dan berpotensi mendorong harga naik. Karena itu, percepatan NIB menjadi langkah strategis agar rantai pasok lebih pendek, transparan, dan harga tetap sesuai HET,” ujarnya di Kabupaten Serang, Rabu (1/4/2026).
Layanan jemput bola ini merupakan kolaborasi Pemprov Banten dan Pemkab Serang, agar pedagang dapat segera masuk dalam rantai distribusi resmi.
Kepala DPMPTSP Banten, Virgojanti, menjelaskan layanan Pendampingan On the Spot Layanan Integrasi Perizinan (POLI Perizinan) memudahkan pedagang memperoleh NIB secara cepat, sederhana, dan gratis.
“Pedagang cukup membawa data dasar, dan kami bantu hingga NIB terbit di lokasi. Ini lebih efektif dibanding harus datang ke kantor,” katanya.
Dengan NIB, pedagang dapat langsung terhubung dengan distribusi Minyakita dari Bulog, dengan harga pasok Rp14.500 per liter dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Selain itu, legalitas usaha juga membuka akses ke pembiayaan dan program pemerintah.
Dari sisi harga, kondisi di Pasar Baros relatif stabil. Beras premium dijual Rp14.400 per kg, telur ayam ras Rp29.000 per kg, gula kemasan Rp17.500 per kg, cabai merah keriting Rp40.000 per kg, bawang merah Rp35.000 per kg, bawang putih Rp33.000 per kg, dan daging ayam ras Rp38.000 per kg.
Stok pangan di tingkat pedagang juga terpantau aman seiring penguatan distribusi. Ke depan, Badan Pangan Nasional akan berkoordinasi dengan Bulog untuk mempercepat penyaluran ke pedagang yang telah memiliki NIB, guna menutup celah distribusi dan menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas Minyakita. (ram)
