Perang Bikin Harga Tiket internasional Mahal, Industri Travel Pilih Fokus Pasar Domestik

Screenshot

Fokusmedan.com : Kenaikan harga bahan bakar berdampak luas pada sektor penerbangan dan pariwisata. Lonjakan biaya operasional maskapai menyebabkan harga tiket pesawat, terutama untuk rute internasional, meningkat, yang pada gilirannya memengaruhi pilihan wisatawan.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno, menyatakan bahwa anggota asosiasi mulai gencar mempromosikan paket wisata domestik dan regional sebagai respons terhadap perubahan tren tersebut. Selain pertimbangan keamanan, kenaikan harga bahan bakar juga berpengaruh pada tingginya harga tiket penerbangan internasional, sehingga wisatawan cenderung mencari alternatif yang lebih terjangkau.

“Anggota kami mempromosikan paket wisata Indonesia dan juga regional, apalagi mengingat dalam waktu dekat dengan adanya kenaikan bahan bakar Harga tiket internasional semakin tinggi,” kata Pauline kepada Liputan6.com, Jumat (3/4/2026).

Meskipun ada peluang yang terbuka lebar, Pauline mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur dan layanan pariwisata adalah faktor penting untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman). Persiapan ini harus dilakukan sejak awal, bukan hanya bersifat reaktif ketika peluang sudah muncul.

“Yang patut diperhatikan fasilitas pendukung industry pariwisata harus dipersiapkan jauh-jauh hari bukannya Ketika last minute ada peluang baru dimanfaatkan,” ujarnya.

Pengalaman Negatif Dapat Membuat Wisatawan Mancanegara Trauma Berlibur ke

Astindo mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, termasuk akses jalan ke destinasi wisata, penataan pedagang kaki lima, dan penyediaan fasilitas dasar seperti toilet yang bersih. Selain itu, penting untuk memperketat pengawasan terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum masyarakat maupun instansi pemerintah.

“Contoh akses jalan, penertiban pedagang kaki lima, toilet bersih, pengawasan terhadap pungli-pungli dari masyarakat lokal dan juga instansi pemerintah itu sendiri, seperti contoh di imigrasi Batam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pengalaman kurang menyenangkan yang dialami di beberapa titik layanan, seperti imigrasi, yang dapat berdampak negatif pada citra pariwisata Indonesia. Menurutnya, pengalaman negatif yang dihadapi oleh wisatawan mancanegara (wisman) dapat menyebabkan trauma dan membuat calon wisatawan lain berpikir dua kali untuk berkunjung.

“Pengalaman-pengalaman tidak enak yang dialami wisman bisa mengakibatkan trauma dan membuat calon wisman berpikir ulang untuk mengalihkan perjalanan mereka ke Indonesia,” pungkasnya.(yaya)