IHSG Melemah Tipis ke 7.091, Rupiah Dekati 17.000 per Dolar AS

Seorang warga sedang menukarkan dolar AS ke rupiah di money changer.

Fokusmedan.com : Kinerja pasar saham di Asia berbalik melemah pada penutupan perdagangan awal pekan, setelah sempat menguat di sesi sebelumnya. Kondisi ini turut memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhirnya ditutup turun tipis.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, IHSG sempat tertekan hingga level 6.945 sebelum berhasil memangkas kerugian seiring membaiknya bursa Asia.

“IHSG sempat menguat ke 7.104, namun akhirnya ditutup melemah 0,08 persen di level 7.091,67,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Sejumlah saham berkapitalisasi besar masih berada di zona merah saat penutupan, di antaranya BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah ke level Rp16.985 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar AS yang berada di kisaran 100,2. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp16.993 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Gunawan menilai, dengan posisi tersebut, rupiah berpotensi ditransaksikan mendekati Rp17.000 per dolar AS di pasar.

Sementara itu, harga emas dunia tercatat menguat ke level 4.530 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,48 juta per gram. Kenaikan ini terjadi di tengah harga minyak mentah dunia yang bertahan tinggi di kisaran 115 dolar AS per barel.

Menurut Gunawan, pergerakan emas kali ini tergolong tidak biasa. “Biasanya harga emas cenderung tertekan saat harga minyak naik. Namun kali ini justru menguat di tengah lonjakan harga minyak,” katanya.

Ia menjelaskan, penguatan harga emas tetap ditopang sentimen fundamental, termasuk potensi akumulasi oleh bank sentral global. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak tidak selalu menjadi tekanan bagi emas, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat. (ram)