
Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,94 persen ke level 7.097,057 pada akhir perdagangan hari ini, setelah bergerak di zona merah sepanjang sesi.
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, mengatakan pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan.
“Saham-saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI hingga TLKM kompak mengalami penurunan dan menjadi penekan utama pergerakan IHSG hari ini,” ujarnya.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan dan mendekati level psikologis 17.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan, rupiah berada di level Rp16.960 per dolar AS.
Menurut Gunawan, pergerakan IHSG yang melemah berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham di Asia yang justru mampu menguat pada penutupan perdagangan.
Kondisi ini dinilai wajar setelah IHSG sebelumnya sempat menguat pada Rabu, sehingga pasar melakukan penyesuaian terhadap koreksi yang terjadi di kawasan Asia.
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari kabar tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz, yang turut memengaruhi psikologi pasar di akhir pekan.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan dan menjadi tekanan tambahan bagi pasar. Harga minyak jenis Brent tercatat naik ke kisaran 109,7 dolar AS per barel pada sesi perdagangan sore.
Kenaikan harga minyak tersebut turut mendorong lonjakan harga emas yang berada di kisaran Rp4.432 per gram atau naik sekitar 2,4 persen.
Gunawan menilai, kombinasi sentimen global dan domestik tersebut membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual, sehingga IHSG ditutup di zona negatif pada perdagangan hari ini. (ram)
