
Fokusmedan.com : Kinerja bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini, Rabu (25/3/2026) bergerak menguat. Sentimen positif datang setelah Presiden AS Donald Trump memberi arahan terkait potensi pembicaraan langsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, meski rencana tersebut dibantah oleh pihak Iran, pasar tetap merespons positif peluang de-eskalasi konflik. Kondisi ini turut mendorong harga minyak mentah dunia turun ke bawah level 100 dolar AS per barel.
Harga minyak jenis WTI tercatat berada di kisaran 87 dolar AS per barel, sementara Brent di kisaran 97 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak ini ikut menopang penguatan mayoritas bursa saham Asia.
Namun demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka melemah di level 7.084. Pelemahan ini terjadi seiring penyesuaian pasar domestik setelah libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
“Meski sempat tertekan, IHSG terpantau berbalik arah dan bergerak di zona hijau dalam sesi perdagangan. Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat ke level 16.910 per dolar AS,” ujarnya.
Menurut Gunawan, sinyal meredanya tensi geopolitik menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan. Sebelumnya, kekhawatiran terhadap eskalasi konflik sempat membayangi dan berpotensi menekan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, harga emas dunia kembali menguat di kisaran 4.590 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,4 juta per gram. Penurunan harga minyak mentah dinilai membuka peluang meredanya tekanan inflasi ke depan, sekaligus memperbesar kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan pada 2026. (ram)
