
Fokusmedan.com : Pemerintah Indonesia belum mempertimbangkan rencana impor minyak mentah dari Rusia meskipun Amerika Serikat telah melakukan pembelian energi dari negara tersebut.
Kebijakan itu diambil pemerintah AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang pembelian minyak dari Rusia sebagai langkah untuk meredam lonjakan harga minyak global akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa keputusan mengenai pembelian minyak impor merupakan ranah bisnis PT Pertamina (Persero).
Menurutnya, perusahaan pelat merah tersebut memiliki kewenangan untuk menentukan sumber pasokan minyak yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan.
“Keputusan bisnis itu nanti sama Pertamina. Jadi mana yang lebih membutuhkan, sepanjang ada relaksasi ya tentu kita akan memanfaatkan itu prosesnya,” ujar dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dengan demikian, kebijakan impor minyak tetap mempertimbangkan kebutuhan energi nasional serta kondisi pasar global.
Pemerintah Belum Kajian Impor Minyak Rusia
Meski ada peluang di pasar global, pemerintah menyebut belum melakukan kajian khusus terkait kemungkinan mengimpor minyak dari Rusia.(yaya)
