
Fokusmedan.com : Keramaian saat musim liburan kerap menjadi “pedang bermata dua” bagi destinasi wisata. Di satu sisi, ramainya pengunjung menandakan destinasi tersebut diminati. Namun di sisi lain, jika tidak dikelola dengan baik, wisatawan bisa merasa sesak, tidak nyaman, dan akhirnya enggan kembali berkunjung.
Temuan tersebut mengemuka dalam penelitian berjudul “Pengaruh Crowd Management terhadap Revisit Intention pada Peak Season di Pamah View melalui Perceived Crowding.” Penelitian ini menunjukkan bahwa crowd management atau pengelolaan keramaian memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman wisatawan.
Ketika pengelola menerapkan pengaturan arus pengunjung, sistem antrean, penataan area, informasi kapasitas, serta menghadirkan petugas yang memadai, persepsi pengunjung terhadap kepadatan (perceived crowding) dapat ditekan. Dengan kata lain, destinasi tetap bisa ramai, namun tidak terasa padat bagi wisatawan.
Lebih jauh, penelitian tersebut menemukan bahwa perceived crowding wisatawan di Pamah View berkaitan dengan niat berkunjung ulang (revisit intention) dan menunjukkan hasil yang positif. Saat pengunjung merasa area wisata terlalu padat baik karena jumlah orang yang banyak maupun ruang gerak yang terbatas tingkat kenyamanan memang menurun. Namun demikian, keinginan untuk kembali tetap cukup kuat.
Hal ini dipengaruhi oleh konsep “Sleep Tourism” yang diusung Pamah View. Konsep tersebut membuat aktivitas wisata tetap berlangsung tenang dan tidak menimbulkan kebisingan berlebih, sehingga kepadatan pengunjung tidak terlalu mengganggu kenyamanan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara crowd management dan revisit intention terjadi terutama melalui perceived crowding. Artinya, pengelolaan keramaian dapat meningkatkan niat kunjungan ulang karena mampu menekan rasa sesak yang dirasakan pengunjung.
Temuan tersebut menegaskan bahwa pada masa puncak kunjungan wisata, bukan hanya jumlah wisatawan yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana keramaian tersebut dikelola dan dirasakan oleh pengunjung.
Bagi destinasi seperti Pamah View yang mengalami lonjakan pengunjung saat peak season, penelitian ini memberikan pesan sederhana: ramai bukanlah masalah selama tetap tertib dan nyaman.
Beberapa strategi yang dinilai paling berdampak bagi kenyamanan wisatawan antara lain:
- pengaturan arus masuk dan keluar pengunjung,
- pembagian zona camping dan cabin,
- penyediaan informasi kepadatan atau kapasitas yang mudah diakses melalui WhatsApp,
- serta pengelolaan area parkir yang tertata.
Dengan langkah-langkah tersebut, objek wisata lain baik di Kabupaten Langkat maupun daerah lainnya dapat menjaga kualitas pengalaman wisata, mengurangi keluhan saat musim ramai, serta meningkatkan peluang wisatawan untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
Penulis : Dosen Prodi Destinasi Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan, Muhammad Rizki Lubis
