
Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337,369. Bahkan selama sesi perdagangan, IHSG sempat terpuruk hingga ke level 7.156 atau turun lebih dari 5 persen.
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin mengatakan pelemahan tidak hanya terjadi di pasar saham domestik, tetapi juga dialami mayoritas bursa saham di kawasan Asia.
“Tekanan di pasar saham cukup besar hari ini. IHSG bahkan sempat terkoreksi lebih dari 5 persen selama sesi perdagangan, seiring sentimen global yang memburuk,” ujar Gunawan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar juga mengalami koreksi tajam, di antaranya saham-saham sektor energi, perbankan, dan tambang seperti BUMI, BMRI, BBCA, BBRI, MEDC, ANTM hingga PGAS.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Rupiah pada perdagangan hari ini ditransaksikan melemah di kisaran Rp16.935 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.975 per dolar AS. Pada transaksi bank notes, rupiah dilaporkan sudah diperdagangkan mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Menurut Gunawan, tekanan di pasar keuangan dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang sudah menembus di atas 100 dolar AS per barel, seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Perang Iran dengan Israel maupun Amerika Serikat memicu gejolak di pasar keuangan global. Eskalasi konflik yang menyasar pusat produksi minyak turut memperbesar tekanan terhadap pasar,” katanya.
Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami kenaikan pada perdagangan sore ini. Harga emas tercatat naik sekitar 5 dolar AS per ons troy dan kembali mendekati kisaran Rp2,8 juta per gram.
Gunawan menambahkan, kabar bahwa bank sentral China kembali membeli emas untuk menambah cadangan devisanya turut memberi sentimen positif bagi pergerakan harga emas dunia. (ram)
