
Fokusmedan.com : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kesiapannya untuk memberikan insentif pada program konversi sepeda motor dari bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik. Ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang diluncurkan pada tahun 2023 dengan kuota sebanyak 50.000 unit.
Bahlil menjelaskan bahwa program konversi motor listrik ini merupakan bagian dari strategi untuk mengalihkan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan berbasis baterai. Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi dampak polusi yang dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil.
Dalam upaya mengubah penggunaan energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT) atau energi hijau, Bahlil juga berkomitmen untuk memberikan insentif tambahan dalam program konversi ke motor listrik.
“Sudah barang tentu, negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada hari Senin (9/3/2026). Namun, ia masih belum dapat mengungkapkan berapa banyak kuota motor yang akan menerima subsidi tersebut. Keputusan mengenai hal ini akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Bahlil menambahkan, “Kita kan baru selesai Satgasnya baru dibentuk. Saya rapat satgas dulu baru saya laporkan ya.”
Prabowo Tunjuk Bahlil sebagai Pemimpin Satgas
Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk memimpin satuan tugas (satgas) yang berkaitan dengan transisi energi. Tugas satgas ini mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta konversi sepeda motor yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi motor listrik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahlil setelah melakukan rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada hari Kamis, 5 Maret 2026. Ia menyatakan, “Tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan transisi energi secara cepat. Di dalamnya termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan.”
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah percepatan konversi kendaraan bermotor.
“Dan juga adalah percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ungkapnya. Dengan langkah ini, diharapkan transisi energi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
3-4 Tahun Lagi
Bahlil menyatakan bahwa Prabowo sangat berkomitmen untuk mempercepat program transisi energi.
“Insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” tegasnya. Menurutnya, percepatan transisi energi akan membantu pemerintah dalam menghemat anggaran negara. Hal ini terutama terkait dengan subsidi energi yang seringkali membuat belanja anggaran menjadi membengkak.
“Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita. Sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” tutur dia.
Dengan langkah ini, diharapkan pemerintah dapat mengurangi beban anggaran dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Ini adalah langkah penting menuju keberlanjutan energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.(yaya)
