Pemerintah Segera Evakuasi WNI dari Iran, Gelombang Pertama Diperkirakan Tiba 9-10 Maret 2026

Fokusmedan.com : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memperkirakan bahwa gelombang pertama warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akan tiba di Tanah Air pada tanggal 9 hingga 10 Maret 2026. Proses evakuasi ini masih dalam tahap koordinasi oleh perwakilan RI yang berada di lokasi.

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dengan seksama untuk menentukan jalur evakuasi yang paling aman bagi para WNI. Selain itu, mereka juga menunggu kepastian mengenai bandara internasional yang dapat digunakan sebagai titik keluar dari Iran.

Ketersediaan akses penerbangan internasional menjadi salah satu faktor kunci yang akan mempengaruhi jadwal kepulangan WNI ke Indonesia.

Meskipun demikian, Kemlu memperkirakan bahwa kelompok pertama WNI yang dievakuasi kemungkinan akan tiba di Indonesia dalam waktu dekat, yaitu sekitar tanggal 9 atau 10 Maret, dengan tetap mempertimbangkan kondisi transportasi internasional yang tersedia.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa waktu kedatangan para WNI masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan situasi dan jalur penerbangan yang ada.

“Batch pertama mungkin 9–10 (Maret). Tapi nanti kita lihat. Ya nanti kami update kapan tibanya di. Karena kan kita juga masih lihat jalur bandara internasional yang terbuka yang mana,” ujar Heni.

Evakuasi Tahap Awal

Pada tahap awal, proses evakuasi akan dilakukan melalui negara tetangga, Azerbaijan. Meskipun demikian, rute evakuasi dapat berubah sesuai dengan kondisi di lapangan dan keputusan yang diambil oleh perwakilan diplomatik Indonesia.

Menurut Heni, penentuan jalur evakuasi akan dikoordinasikan oleh tim di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Azerbaijan, yang terus memantau perkembangan situasi setempat.

Untuk gelombang pertama, sebanyak 32 WNI dijadwalkan untuk meninggalkan Iran. Mereka akan menjadi kelompok pertama dalam proses evakuasi yang akan dilakukan secara bertahap. “Batch pertama terdiri dari 32 orang. Ini masih tahap awal sehingga jumlah selanjutnya akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi,” jelas Heni.

Sebelumnya, ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Semenanjung Arab. Hingga saat ini, serangan dari kedua belah pihak masih terus berlanjut.(yaya)