Klaim Pengangguran AS Turun, IHSG dan Rupiah Tertekan Sentimen Geopolitik

Ilustrasi seorang karyawan bank sedang memegang dolar AS.

Fokusmedan.com : Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menyebutkan data initial jobless claims Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih baik dari ekspektasi belum mampu mengangkat kinerja pasar saham Asia.

Jumlah klaim pengangguran awal AS tercatat sebesar 206 ribu, lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar 223 ribu. Namun, sentimen positif dari data tersebut tertahan oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Belakangan, AS mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran, yang memperburuk ketegangan kedua negara. Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak dan menekan pergerakan bursa saham global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan sempat menguat ke level 8.300. Namun, IHSG berbalik arah dan masuk ke zona merah, seiring pelemahan mayoritas bursa saham Asia. Gunawan memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.230 hingga 8.330 pada perdagangan hari ini.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.885 per dolar AS. Kenaikan harga minyak mentah jenis WTI ke posisi 66,7 dolar AS per barel turut membebani rupiah.

Tekanan terhadap rupiah juga dipicu penguatan indeks dolar AS yang berada di level 97,96. Sementara itu, harga emas dunia masih berkonsolidasi di kisaran 5.000 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram.

Menurut Gunawan, harga emas mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik. Meski demikian, pergerakan emas masih dibayangi kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga acuannya. (ram)