
Fokusmedan.com : Sekolah Rakyat yang diinisiasi Relawan Kemanusiaan Rawantara (RAWANTARA) di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, mengalami kerusakan akibat hujan dan angin kencang yang terjadi sehari sebelumnya.
Sejak Selasa (17/2/2026), enam anggota RAWANTARA melakukan pembenahan terhadap tenda sekolah yang koyak dan lantai yang tergenang air. Sekolah tersebut telah beroperasi selama dua bulan terakhir sebagai fasilitas belajar bagi anak-anak penyintas banjir di wilayah itu.
Salah seorang anggota RAWANTARA, Zidan, mengatakan ruang kelas darurat telah direlokasi ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air.
“Kami sudah memindahkan tenda belajar ke tempat yang lebih tinggi agar anak-anak tetap nyaman belajar bersama para guru,” ujarnya.
Tim relawan telah tiba di lokasi sejak Senin (16/2/2026) malam dengan membawa logistik berupa sayuran dan kebutuhan pokok. Mereka juga mendistribusikan tiga ekor kambing donasi dari Komunitas Selasapagi, pegiat olahraga lari di Kota Medan. Kambing tersebut rencananya akan dikonsumsi warga dalam tradisi Makmeugang menjelang Ramadan.
Selain melakukan pembenahan, RAWANTARA juga melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan anak-anak dalam pemulihan psikologis pascabencana. Hasil pendataan akan dibahas bersama tim di Medan untuk menyusun rencana kegiatan selama Ramadan.
Koordinator RAWANTARA, Gumilar Aditya Nugroho, mengatakan Sekolah Rakyat digerakkan secara sukarela oleh para relawan, mayoritas mahasiswa dari berbagai daerah. Sementara kebutuhan logistik masih mengandalkan donasi dari berbagai pihak.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk ikut berdonasi agar bisa berkontribusi dalam pemulihan pascabencana di Desa Sekumur,” katanya.
RAWANTARA menargetkan Sekolah Rakyat tetap beroperasi hingga kondisi Desa Sekumur pulih sepenuhnya, guna memastikan anak-anak penyintas tetap mendapatkan hak pendidikan mereka. (ram)
