IHSG Dibuka Menguat ke 8.235, Pasar Nantikan Sikap BI dan Risalah The Fed

Ilustrasi dua orang sedang berbincang tentang kinerja IHSG.

Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini menguat ke level 8.235, seiring mayoritas bursa Asia yang bergerak positif sejak awal pekan.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, minimnya sentimen penggerak di kawasan membuat IHSG cenderung mengikuti arah pergerakan bursa regional.

“Pergerakan IHSG masih sejalan dengan mayoritas bursa Asia. Pelaku pasar saat ini menunggu sejumlah agenda ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sejumlah agenda yang menjadi perhatian pasar pada akhir pekan ini antara lain keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Federal Reserve, serta rilis data ekonomi Amerika Serikat lainnya.

Gunawan memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen. Setelah keputusan tersebut, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi AS yang diperkirakan menjadi penggerak pasar pada pekan depan.

“Spekulasi yang berkembang, The Fed masih berpeluang menunda pemangkasan suku bunga acuannya,” jelasnya.

Sementara itu, dolar AS masih menunjukkan penguatan dan menekan nilai tukar rupiah. Rupiah tercatat melemah ke level Rp16.865 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dinilai berpotensi membatasi penguatan IHSG.

Gunawan memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.170 hingga 8.290 pada perdagangan hari ini. Adapun rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.840 hingga Rp16.880 per dolar AS.

Di pasar komoditas, harga emas dunia terpantau melemah di kisaran 4.897 dolar AS per troy ons atau sekitar Rp2,66 juta per gram. Pelemahan terjadi setelah pejabat Federal Reserve memberi sinyal bahwa suku bunga acuan masih berpotensi ditahan lebih lama, sehingga menekan harga emas dan mata uang rupiah. (ram)