
Fokusmedan.com : Kabar baik datang dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terkait penanganan pascabencana. Pembangunan hunian sementara bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor menunjukkan kemajuan pesat. Sebanyak 273 unit dari total 357 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Agam, Rinaldi, menyampaikan informasi ini di Lubuk Basung, Senin. Hunian-hunian ini tersebar di lima lokasi berbeda. Para penyintas kini dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak.
Proyek ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana yang melanda pada akhir November 2025. Hunian sementara ini menjadi solusi bagi warga terdampak. Mereka yang kehilangan rumah atau tinggal di zona merah kini memiliki tempat bernaung.
Progres Pembangunan dan Lokasi Strategis
Rinaldi menjelaskan bahwa 273 unit hunian sementara telah rampung sepenuhnya. Lokasi-lokasi ini tersebar di beberapa titik strategis di Agam. Penyelesaian ini memberikan harapan baru bagi para korban bencana.
Rincian lokasi meliputi Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dengan 117 unit. Kemudian, Lapangan Bola Padang Sibabaju Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan menyediakan 88 unit.
Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya memiliki 19 unit. Lahan Kampung Ujung, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya menyediakan 35 unit. Selain itu, Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak juga memiliki 14 unit.
Peresmian dan Tahap Pembangunan Lanjutan
Salah satu lokasi hunian sementara di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia telah diresmikan secara langsung. Peresmian ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, serta Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Meskipun sebagian besar telah rampung, total hunian sementara di Agam mencapai 357 unit. Masih ada 85 unit lagi yang sedang dalam proses pembangunan. Pembangunan lanjutan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Delapan puluh lima unit tersebut tersebar di Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto sebanyak 33 unit dan Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan 51 unit. Rinaldi memperkirakan pembangunan ini akan selesai satu minggu setelah Ramadan.
Tujuan dan Rencana Jangka Panjang
Hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana. Selain itu, warga yang tinggal di zona merah dan terdampak langsung banjir bandang serta tanah longsor juga menjadi prioritas. Bencana tersebut melanda Agam pada akhir November 2025.
Namun, sebagian penyintas meminta untuk mencairkan dana tunggu hunian dan saat ini sedang dalam proses. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi warga terdampak.
Rinaldi juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang mempersiapkan pembangunan hunian tetap. Langkah ini menunjukkan perencanaan jangka panjang untuk pemulihan pascabencana. Pembangunan hunian tetap akan memberikan solusi permanen bagi warga Agam.(yaya)
