Fortuner Tertabrak KA Putri Deli di Perlintasan Tanpa Palang, Dua Anak Tewas

Toyota Fortuner bertabrakan dengan KA Putri Deli di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Budi Utomo, Asahan.

Fokusmedan.com : Kecelakaan tragis terjadi di wilayah hukum Polres Asahan, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.22 WIB. Satu unit Toyota Fortuner bertabrakan dengan KA Putri Deli di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Budi Utomo, Lingkungan VI, Kelurahan Siumbut Dua, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Minibus yang dikemudikan pria lanjut usia berinisial M itu membawa dua penumpang anak-anak. Kendaraan tertemper kereta api penumpang yang melintas dari arah Medan menuju Tanjungbalai.

Akibat insiden tersebut, dua anak masing-masing berusia 12 tahun dan 7 tahun meninggal dunia di lokasi dengan luka berat di bagian kepala dan tubuh. Sementara pengemudi mengalami luka dan dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan diduga dipengaruhi faktor manusia. Perlintasan diketahui tidak memiliki palang pintu maupun marka jalan, meski kondisi cuaca cerah dan jalan dalam keadaan baik.

Petugas Satlantas segera melakukan pengamanan, olah TKP, memeriksa saksi, serta mengevakuasi korban dan kendaraan. Barang bukti telah diamankan dan kasus ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Asahan. Koordinasi juga dilakukan dengan PT Jasa Raharja.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan seluruh petugas dan penumpang kereta dalam kondisi selamat. Masinis sempat menghentikan kereta untuk pemeriksaan sarana sebelum perjalanan dilanjutkan ke Tanjungbalai.

“Meski terdapat sejumlah dampak kerusakan pada sarana lokomotif dan kereta, KAI bersyukur seluruh petugas serta penumpang KA Putri Deli dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar, Senin (16/2/2026).

Berdasarkan keterangan warga, peringatan telah diberikan kepada pengemudi sebelum kereta melintas. Suling lokomotif juga dibunyikan berulang kali, namun kendaraan tetap melaju sehingga tabrakan tak terhindarkan.

KAI mengingatkan masyarakat untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan berhenti sejenak saat melintasi perlintasan sebidang, sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Keselamatan jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar waktu beberapa menit, mari jadikan budaya berhenti, tengok kanan-kiri, dan memastikan situasi aman sebagai naluri dasar saat melewati perlintasan sebidang,” tutup Anwar.

Polisi juga mengimbau pengguna jalan agar lebih waspada, khususnya di perlintasan tanpa palang pintu, guna mencegah kejadian serupa. (ng)